Jelang Lebaran, Pusat Perbelanjaan Gadget Sepi Pembeli

Suasana salah satu tempat penjualan gawai di Wisma Hartono, Minggu (9/5/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon.
10 Mei 2021 03:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, GONDOMANAN - Kondisi pusat perbelanjaan elektronik dan gawai di Jogjatronik terpantau lengang pada hari jelang Idulfitri. Hanya segelintir pengunjung saja yang terlihat menyambangi salah satu pusat elektronik di Jogja tersebut.

Pra penjual gawai yang berada di lantai satu dan dua pusat perbelanjaan, juga terlihat sepi. Tidak banyak transaksi yang terjadi. "Mungkin karena masih pandemi, ya begini keadaannya. Jauh dibandingkan kondisi normal," kata Wahyu, 34, salah seorang penjual, Minggu (9/5/2021).

Dia menjelaskan, meskipun menjelang Lebaran kondisi itu tidak terlalu berpengaruh. Setiap harinya, dia mengaku hanya 3-4 pembeli yang bertransaksi di tempatnya. Sangat jauh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya pada saat menjelang Lebaran datang.

BACA JUGA : Penjualan Elektronik Naik Tipis

"Penurunan bisa sampai 80 persen. Ya tidak mesti juga, kadang ada yang beli kadang tidak," ujarnya.

Untuk menyiasati sepinya penjualan, pedagang mencoba menawarkan gawainya di sejumlah lokapasar daring. Cara ini sedikit membantu dibandingkan hanya menunggu transaksi di toko fisik saja. "Biasanya satu dua ada, nanti sistemnya COD," ujarnya.

Kondisi sama terlihat di Wisma Hartono. Bahkan tak terlihat satu pun pengunjung yang datang ke tempat tersebut. "Kalau pagi begini memang cukup sepi, tapi kalau sore ya agak lumayan yang datang," kata Ernawati, 28, salah seorang penjual.

Dia mengatakan, sejak pandemi Covid-19 melanda penjualan gawai di tempatnya memang turun cukup drastis. Sekarang, perlahan-lahan kondisinya memang sudah mulai membaik namun masih jauh dari harapan. Apalagi menjelang Lebaran ini.

"Kalau di rata-rata paling bisa lima pembeli per harinya," kata dia.

BACA JUGA : RUPIAH MELEMAH : Harga Gadget di Jogja Mulai Naik

Dia memperkirakan, kondisi penjualan akan mulai cukup melonjak pada H+3 Lebaran. Sebab tradisi pemberian THR di saat Lebaran kadang kala dimanfaatkan masyarakat untuk membeli atau menukar gawai mereka dengan yang baru.

"Biasanya trennya begitu, sesudah Lebaran itu baru akan mulai nampak penjualannya," ujarnya.