Advertisement

Antisipasi Kelangkaan, Kuota Elpiji Ditambah 4%

David Kurniawan
Selasa, 11 Mei 2021 - 11:47 WIB
Sunartono
Antisipasi Kelangkaan, Kuota Elpiji Ditambah 4% Ilustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu

Advertisement

Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul memastikan adanya tambahan kuota gas elpiji kemasan tiga kilogram sebanyak 4%. Diharapkan adanya tambahan itu tidak terjadi kelangkaan di pasaran pada saat perayaan Hari Raya Idulfitri di tahun ini.

Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, pihaknya berkomitmen menjaga kestabilan harga barang-barang kebutuhan pokok di masyarakat. Salah satunya, kepastian stok gas bersubsidi kemasan tiga kilogram.

BACA JUGA : KELANGKAAN ELPIJI : Pertamina Sebut Tak Ada

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Menurut dia,  sudah melakukan kajian terkait dengan opsi penambahan kuota gas elpiji. Adapun hasilnya, Hiswana Migas bersama-sama dengan Pertamina akan menambah kuota sebanyak 4% dari jatah biasanya. “Sudah ada koordinasi dan ada kepastian untuk menambah stok di pasaran,” kata Johan, Jumat (10/5/2021).

Menurut dia, kuota harian gas bersubsidi di Gunungkidul mencapai 14.600 tabung. Hal ini berarti ada tambahan 584 tabung per harinya. Johan berharap tambahan ini bisa memastikan tidak ada kelangkaan stok di pasaran.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Disperindag Gunungkidul, Sigit Haryanto. Menurut dia, pengajuan tambahan untuk memastikan tidak adanya kelangkaan gas elpiji bersubsidi pada saat lebaran. “Tahun-tahun sebelumnya saat hari raya Lebaran ada peningkatan kebutuhan konsumsi. Jadi, akan ada upaya meminta tambahan kuota,” katanya.

BACA JUGA : KELANGKAAN ELPIJI : Bantul Diperiksa, Ini Hasilnya 

Ia menambahkan, untuk kepastian stok akan terus melakukan monitoring di lapangan. Pengawasan berkala dibutuhkan agar tidak terjadi kelangkaan yang berdapak terhadap tingginya harga jual di pasaran. “Ini yang harus diantisipasi sehingga stok harus dipastikan agar tidak terjadi kelangkaan,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pertamax Lebih Irit Ketimbang Pertalite?

News
| Sabtu, 24 September 2022, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement