SMK-SMTI Sumbang Kontribusi Besar Penanganan Covid-19

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita (kedua dari kiri) dalam kunjungannya ke SMK-SMTI Jogja, Rabu (19/5). (Harian Jogja - Sirojul Khafid)
20 Mei 2021 07:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sekolah Menengah Kejuruan - Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) Jogja menjadi contoh sekolah yang bisa menjawab kebutuhan bangsa dan negara. Tak hanya itu bahkan juga menyumbang kontribusi terhadap penanganan Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam kunjungannya ke SMK-SMTI Jogja pada Rabu (19/5).

Dengan adanya jurusan mekatronika, sekolah ini bisa mencetak sumber daya yang terampil, termasuk dalam merakit alat tes Covid-19 GeNose C19 yang saat ini banyak dibutuhkan. Selain fasilitas yang memadai, praktik dan pendampingan dari tenaga pendidik juga menjadi hal yang penting.  "SMK-SMTI Jogja ini dipercaya untuk menjalankan proses perakitan GeNose, katanya.

Ia menambahkan, selama ini banyak yang belum tahu apabila perindustrian punya kontribusi besar [dalam penanganan Covid-19]," kata Agus, Rabu (19/5). "SMK-SMTI Jogja merupakan salah satu SMK terbaik yang ada di Indonesia," kata dia.

SMK-SMTI Jogja telah menjadi perakit GeNose sejak akhir Januari 2021 dan menjadi satu-satunya di Indonesia. Setelah seluruh bahan tersedia dari PT. Swayasa sebagai pemilik hak cipta, para murid SMK-SMTI akan merakit GeNose untuk kemudian berlanjut pada tahap berikutnya di perusahaan terkait.

Sejak mulai merakit, SMK-SMTI Jogja telah melampaui target perakitan yaitu 3.000 unit. Saat ini, target bertambah dengan 2.000 unit. Sehingga total GeNose yang dirakit sebanyak 5.000.

Dengan jumlah 60 siswa yang terdiri dari kelas 12 dan 13, perakitan berlangsung dalam dua sif. Para murid yang merakit sebelumnya telah lulus seleksi dan mendapat pelatihan dari PT. Stechoq Robotika Indonesia. SMK-SMTI Jogja menjadi perakit GeNose lantaran memiliki jurusan yang cocok yaitu mekatronika.

"Tidak banyak SMK di Indonesia yang punya jurusan Mekotronika. Kebutuhan mekatronika 70 persen dikuasai Jepang, bahkan negara Eropa ketinggalan. Ini salah satu yang kami punya yang ada di SMK-SMTI Jogja. Sudah sangat baik dan siap," kata Agus.

Jadi Motivasi

Kepala SMK-SMTI Jogja, Ening Kaekasiwi, kunjungan Menteri Agus Gumiwang ini menjadi motivasi dan apresiasi tersendiri untuk SMK-SMTI Jogja. Hal ini menandakan apabila Kementerian Perindustrian mendukung kegiatan yang ada di SMK-SMTI Jogja.  "Ini membuktikan pembelajaran di sini sudah link dan match di dunia industri," kata Ening.

Apalagi menurut dia, kesempatan merakit GeNose yang saat ini sangat dibutuhkan dalam deteksi Covid-19 yang ada, menjadi kontribusi SMK-SMTI Jogja untuk Indonesia.

"Semoga ke depan para murid mempunyai pengalaman, mempunyai motivasi, bahwa meraka itu bisa, SMK itu bisa untuk dapat berkontribusi bagi negara," kata Ening. (ADV)