PLN Pastikan Listrik Flores Kembali Normal Pascagempa M7,7
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. ANTARA/Luqman Hakim
Harianjogja.com, JOGJA—Semua sekolah negeri, terutama jenjang sekolah dasar menjadi sekolah unggulan untuk mendorong pemerataan murid di wilayahnya. Hal ini diutarakan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo.
"Kalau sekolah di kota pelajar itu sama saja dengan yang di luar Yogya, siapa yang memaknai kota pelajar ini. Makanya saya bangkitkan teman-teman guru SD, guru SMP, guru PAUD ini untuk membuat sesuatu yang berbeda," ujar Hasto usai menghadiri sosialisasi peningkatan kualitas sekolah negeri di Balai Kota Jogja, Selasa (1/7/2025).
Menurut Hasto, branding Jogja sebagai kota pelajar sudah melekat sejak lama, akan tetapi perlu dihidupkan kembali melalui penguatan mutu pendidikan di sekolah negeri.
Dia menyebut saat ini terdapat ketimpangan jumlah murid, terutama di tingkat SD. Beberapa sekolah negeri mengalami kekurangan siswa baru, sementara sejumlah SD swasta justru dipadati pendaftar.
"SD swasta berjubel antre masuk, ya kita harus introspeksi. Berarti kita ini ada sesuatu yang kurang. Contoh SD Puro Pakualaman satu dulu tinggal empat siswa kelas satunya. Ketika ada usaha, baru naik (jumlah siswanya)," kata Hasto.
Dia menuturkan pemerataan kualitas sekolah negeri tidak semata pada sarana dan prasarana, melainkan juga melalui penguatan sumber daya manusia.
Karena itu, Hasto menyebut kemungkinan bakal melakukan mutasi kepala sekolah dan guru yang sudah terbukti membawa perubahan positif ke sekolah-sekolah negeri yang kurang berkembang.
"Kepala sekolah-kepala sekolah yang bagus mungkin kalau perlu dipindah ke SD-SD yang tidak bagus. Kepala sekolah-kepala sekolah SMP yang terkenal, dipindah di SMP-SMP yang enggak terkenal," kata dia.
Ia meyakini jika seorang guru atau kepala sekolah dengan kualitas baik dan mampu membawa perubahan positif ditempatkan sementara di sekolah yang kurang berkembang bakal mengatasi kesenjangan antarsekolah.
Untuk penataan sistem pendidikan, menurut Hasto, pihaknya juga akan mempertegas regulasi pembatasan jumlah rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri dan swasta.
Setiap sekolah dibatasi maksimal memiliki empat rombel dan sekolah swasta yang hendak membuka cabang baru harus melalui kajian terlebih dahulu, termasuk mempertimbangkan ketersediaan SD negeri di kawasan tersebut.
"Optimalisasi SD dan SMP negeri itu karena arahan pemerintahan pusat akan menggratiskan semua SD dan SMP, sehingga harus dirawat dengan baik di sekolah negeri," ujar dia.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Budi Santosa Asrori mengatakan telah memetakan sejumlah SD negeri yang mengalami penurunan jumlah murid.
Namun, ia menegaskan tidak ada rencana penutupan sekolah maupun regrouping SD negeri di Jogja.
"(Soal pemerataan murid) Ini makanya tantangan bagi kita bagaimana agar (masyarakat) tertarik sekolah negeri. 'Ending'-nya siswa yang sekolah di sekolah negeri banyak. Pendidikan karakter menjadi salah satu titik berat kita," kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Sejarah upacara penurunan bendera 17 Agustus bermula di Gedung Agung Jogja pada 1946 dan berkembang menjadi tradisi kenegaraan hingga kini.
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
Gempa M6,2 mengguncang Sulawesi Tengah pada Sabtu malam. BNPB mencatat satu orang meninggal dan dua gedung kantor rusak.
Batik Sembung di Kulonprogo membuat kain batik sepanjang 8,1 meter untuk memperingati HUT ke-81 RI dan menyuarakan pesan persatuan bangsa.
Thailand siapkan overhaul pajak kendaraan setelah Indonesia rayu Toyota pindahkan produksi. Tarif cukai lebih rendah untuk produsen lokal, lebih tinggi untuk CB