Api Tungku Bakar Rumah Warga di Gunungkidul, Kerugian Puluhan Juta
Kebakaran melanda rumah milik Poniran di Padukuhan Banyumeneng II RT 05/RW 02, Kalurahan Giriharjo, Kapanewon Panggang,
Sejumlah pekerja memasang lantai konblok pada sentra UKM di bekas lahan eks Bioskop Indra di Jalan Malioboro, Jogja, Jumat (15/11/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro meminta Pemda DIY mengkaji secara optimal rencana relokasi sejumlah PKL ke lahan gedung eks Bioskop Indra. Kebijakan itu diambil setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK).
Ketua Koperasi Paguyuban PKL Malioboro Tri Dharma Rudiarto mengatakan PKL di kawasan Malioboro berharap agar pemerintah setempat menjalin komunikasi yang baik dengan pihak-pihak yang bakal menjalani relokasi. Dengan demikian, ada titik temu yang optimal terkait dengan rencana relokasi itu.
BACA JUGA: ATM Link Awalnya Menguntungkan Nasabah, Kini Harus Bayar
"Harapannya agar ada komunikasi lebih komprehensif dengan PKL, karena jujur dengan adanya perubahan seperti itu Malioboro tanpa PKL jadi kurang menarik," katanya kepada wartawan, Jumat (21/5/2021).
Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan eksistensi PKL di kawasan ini. Sebab, keberadaan PKL turut menyumbang ciri khas pada kawasan Malioboro. "Kalau tidak ada PKL tentu jalan Malioboro tidak ubahnya seperti jalan-jalan lain yang notabene hanya sebatas lalu lintas manusia tanpa pernak-pernik yang ada di sana," jelasnya.
Rudi sama sekali belum memperoleh informasi terkait rencana penataan. Hingga saat ini juga belum ada sosialisasi dari Pemda DIY maupun Pemkot Jogja. Untuk sementara ini, PKL Tri Dharma belum mengambil sikap.
Namun, dia memprediksi banyak PKL yang bakal menolak. “Karena mungkin belum ada kepastian dan sebagainya. Apakah di sana laku dan tidaknya kan belum tahu," paparnya.
Saat ini Paguyuban PKL Tri Dharma telah memiliki sekitar 920 anggota. Selain itu, masih ada 700 PKL lainnya yang mungkin akan merasakan dampak kebijakan relokasi
Sementara, Paguyuban Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) mendukung penataan ulang kawasan Malioboro. PPMAY juga berharap agar Pemda DIY dapat segera memanfaatkan gedung eks Bioskop Indra untuk merelokasi PKL di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Tak Ada Klaster Sekolah, Semua SMA & SMK di DIY Bisa Gelar PTM
"Sangat mendukung. Dengan harapan eks gedung Indra dipakai buat relokasi teman-teman PKL yang ada di Malioboro," kata Koordimator PPMAY, KRT Karyanto Purbohusodo.
Karyanto meminta agar penataan difokuskan terhadap PKL yang sudah lama berjualan di Malioboro. Sebab, saat ini banyak PKL baru asal luar daerah yang berjualan di kawasan ini. Pemerintah pun perlu melakukan pendataan terhadap para pelaku usaha secara valid.
"Biar Malioboro bisa bersih, rapi, indah, dan bisa kembali seperti dulu. Dan tempat yang dikosongkan harus kosong selamanya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda rumah milik Poniran di Padukuhan Banyumeneng II RT 05/RW 02, Kalurahan Giriharjo, Kapanewon Panggang,
Timnas Indonesia U-19 menang 3-0 atas Myanmar di laga perdana Piala AFF U-19 2026 di Deli Serdang.
Biaya tambahan perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto ditanggung pribadi, kata Seskab Teddy Indra Wijaya.
Iran menegaskan gencatan senjata dengan AS mencakup Lebanon dan memperingatkan AS serta Israel atas setiap potensi pelanggaran.
Bantul peringati Hari Lahir Pancasila 2026, tekankan persatuan, toleransi, dan penguatan nilai kebangsaan di tengah tantangan global.
Arus kendaraan di Tol MBZ meningkat 45,6 persen saat libur Waisak 2026. Sebanyak 82.314 kendaraan melintas di kedua arah.