Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji-Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, JOGJA-Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan Gerakan Indonesia Raya Bergema disambut baik oleh masyarakat. Bahkan dirinya mendapat beberapa video pemutaran lagu Indonesia Raya dan kondisi dimana lagu Indonesia Raya itu diputar di wilayah DIY. Apresiasi disampaikan oleh pejabat negara di Jakarta dan beberapa gubernur.
Menurut dia berbagai kondisi dilakukan masyarakat saat pemutaran lagu Indonesia Raya, bahkan ada yang berkumpul dan berbaris, ada yang sambil hormat, bahkan ada yang disertai dirigen. Menurut Baskara Aji, hal-hal seperti itu sebenarnya tidak perlu dilakukan karena dikhawatirkan masyarakakat akan terbebani.
“Engga usah jadi berbaris, kumpul. Berdiri aja di tempat masing-masing [tempat kerja], engga usah kumpul,” ucap Baskara Aji, di Kepatihan, Jumat (21/5/2021).
BACA JUGA: KPK Terima 86 Laporan Gratifikasi Idulfitri, Nilainya Rp198 Juta
Baskara Aji juga tidak menampik ada masyarakat atau pihak yang mengkhawatirkan jika lagu Indonesia Raya diputar terus menerus dan disembarang tempat bisa terjadi desakralisasi alias tak lagi sakral. “Yang penting diputar di tempat yang memungkinkan seseorang untuk [berdiri tegak dan menghormati],” ujar Baskara Aji.
“Kalau harus saklek sebenarnya engga boleh sandal jepit [saat diputar lagu Indonesia Raya] tapi ini untuk memknai, membangun dan memupuk cinta tanah air, engga usaha jadi beban,” sambung Baskara Aji.
Sebelumnya, Panitia Gerakan Indonesia Raya Bergema Forum Rakyat Jogja Untuk Indonesia (For You Indonesia), Widihasto Wasana Putra mengakui ada yang mengkhawatirkan terjadinya desakralisasi lagu Kebangsaan Indonesia Raya jika diputar terus dan di sembarang tempat. Namun dia memastikan gerakan tersebut semata-mata untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, memupuk nasionalisme rakyat, dan menjaga keutuhan NKRI.
Menurut dia Gerakan Indonesia Raya bergema bukan berarti rasa nasionalisme warga Jogja sudah luntur, “Justeru ini menunjukan tinggingnya nasionalisme, menyatakan rasa kebangsaannya. Jogja tidak luntur [nasionalismenya],” kata Widihasto, dalam jumpa pers pencanangan Gerakan Indonesia Raya Bergema, beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
BPS DIY menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN, mekanisme pemeringkatan, serta cara warga mengajukan pemutakhiran data.
Okupansi hotel DIY naik 5%-15% selama libur Maulid Nabi 2026. Asita juga mencatat permintaan perjalanan wisata naik sekitar 5%.
Persib tanpa Bobotoh menghadapi Manila Digger FC di play off ACL 2 pada 31 Agustus 2026 setelah mendapat sanksi AFC.
Firefox iOS kini hadirkan pemblokir iklan bawaan tanpa ekstensi. Aktifkan di Settings > Browsing > Content. Beda dengan ETP, ini khusus filter iklan