Lagu Indonesia Raya Dikhawatirkan Tak Lagi Sakral, Begini Kata Pemda DIY

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji-Harian Jogja - Yosef Leon Pinsker
21 Mei 2021 19:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan Gerakan Indonesia Raya Bergema disambut baik oleh masyarakat. Bahkan dirinya mendapat beberapa video pemutaran lagu Indonesia Raya dan kondisi dimana lagu Indonesia Raya itu diputar di wilayah DIY. Apresiasi disampaikan oleh pejabat negara di Jakarta dan beberapa gubernur.

Menurut dia berbagai kondisi dilakukan masyarakat saat pemutaran lagu Indonesia Raya, bahkan ada yang berkumpul dan berbaris, ada yang sambil hormat, bahkan ada yang disertai dirigen. Menurut Baskara Aji, hal-hal seperti itu sebenarnya tidak perlu dilakukan karena dikhawatirkan masyarakakat akan terbebani.

“Engga usah jadi berbaris, kumpul. Berdiri aja di tempat masing-masing [tempat kerja], engga usah kumpul,” ucap Baskara Aji, di Kepatihan, Jumat (21/5/2021).

BACA JUGA: KPK Terima 86 Laporan Gratifikasi Idulfitri, Nilainya Rp198 Juta

Baskara Aji juga tidak menampik ada masyarakat atau pihak yang mengkhawatirkan jika lagu Indonesia Raya diputar terus menerus dan disembarang tempat bisa terjadi desakralisasi alias tak lagi sakral. “Yang penting diputar di tempat yang memungkinkan seseorang untuk [berdiri tegak dan menghormati],” ujar Baskara Aji.

“Kalau harus saklek sebenarnya engga boleh sandal jepit [saat diputar lagu Indonesia Raya] tapi ini untuk memknai, membangun dan memupuk cinta tanah air, engga usaha jadi beban,” sambung Baskara Aji.

Sebelumnya, Panitia Gerakan Indonesia Raya Bergema Forum Rakyat Jogja Untuk Indonesia (For You Indonesia), Widihasto Wasana Putra mengakui ada yang mengkhawatirkan terjadinya desakralisasi lagu Kebangsaan Indonesia Raya jika diputar terus dan di sembarang tempat. Namun dia memastikan gerakan tersebut semata-mata untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, memupuk nasionalisme rakyat, dan menjaga keutuhan NKRI.

Menurut dia Gerakan Indonesia Raya bergema bukan berarti rasa nasionalisme warga Jogja sudah luntur, “Justeru ini menunjukan tinggingnya nasionalisme, menyatakan rasa kebangsaannya. Jogja tidak luntur [nasionalismenya],” kata Widihasto, dalam jumpa pers pencanangan Gerakan Indonesia Raya Bergema, beberapa waktu lalu.