Geger Foto Syur Diduga Kepala Sekolah di Gunungkidul, Polisi Turun Tangan

Ilustrasi foto vulgar. - Ist
27 Mei 2021 17:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Jajaran Polsek Playen menyelidiki beredarnya foto syur yang diduga melibatkan kepala sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) di Kalurahan Bleberan, Playen. Diduga foto tanpa busana ini beredar sejak Sabtu (22/5/2021) melalui pesan berjejaring di WhatsApp (WA).

Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki adanya foto syur kepala sekolah TK di Kalurahan Bleberan yang beredar di masyarakat. Meski demikian, ia belum bisa membenarkan kebenaran informasi tersebut. “Saya baru mendapatkan informasi awal dari Babhinkamtibmas di kalurahan tersebut. Tentunya kami akan cek, berita itu benar atau tidak,” katanya kepada wartawan, Kamis (27/5/2021).

Menurut dia, untuk mengecek kebenaran berita ini diterjunkan tim intel. Hajar pun berjanji akan memberikan perkembangan inforamsi berkaitan dengan permasalahan ini. “Nanti kalau sudah ada kepastian akan saya kabari. Yang jelas, desas-desusnya memang ada foto syur yang beredar di masyarakat,” katanya.

BACA JUGA: Update Corona RI 27 Mei: Tambah 6.278 Orang, Total Kasus Positif Hampir 1,8 Juta

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh tokoh masyarakat di Kalurahan Bleberan, Ari Wibowo. Meski belum tahu fotonya secara langsung, namun ia sudah mendengar desas-desus ini sejak Sabtu (22/5/2021). “Sudah empat hari ini mendengarnya, tapi untuk fotonya saya belum lihat,” katanya.

Menurut dia, foto tanpa busana ini menyebar melalui grup WA dan dilakukan oleh oknum kepala sekolah TK. Ari menuturkan, pihak dusun akan melakukan klarifikasi pada Sabtu (29/5/2021) besok untuk memastikan kebenarany foto itu. “Selaku ketua RW saya akan ikut dalam rapat yang membahas permasalahan ini. Nanti, kalau ada perkembangan hasil rapat, saya akan mengabari,” katanya.

Meski belum ada kepastian, namun ia berharap apabila benar foto telanjang ini dilakukan oknum kepala sekolah TK di wilayahnya, maka harus diambil tindakan tegas. “Sampai saat ini masih menjabat dan kami tidak ingin nantinya masalah itu berpengaruh ke anak didik,” ujarnya.