PTM Untuk TK Dianggap Masih Sulit

Ilustrasi. - Freepik
28 Mei 2021 21:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja menilai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) masih sulit direalisasikan.

Menurut Plh. Kepala Disdikpora Jogja, Dedi Budiono, guru TK belum bisa memastikan jaga jarak berlangsung cukup baik untuk peserta didik TK.

“Saya tanya ke guru, bisa menjamin enggak akan ada social distancing di TK. Guru belum bisa memastikan. Biasanya anak sampai di sekolah, anak langsung lari meluk gurunya,” kata Dedi, Kamis (27/5/2021).

Begitupun pembelajaran di dalam kelas. Untuk usia TK masih banyak bermain dan berinteraksi secara fisik. Apabila PTM kemudian di beri jarak atau di buat kotak-kotak pembatas, Dedi merasa itu kurang tepat.

Baca juga: Ada 39 Aduan THR Tak Terbayarkan di Sleman

Selain itu, belum ada juga verifikasi kesiapan PTM untuk TK yang ada di Kota Jogja. Berbeda dengan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah diverifikasi kesiapannya sebanyak tiga kali. “Minggu-minggu ini akan dilaksanakan verifikasi di TK, minggu ini dan minggu depan,” kata Dedi.

PTM SD dan SMP Dianggap Lancar

PTM untuk SD dan SMP dianggap lancar. Dari sepuluh sekolah yang menjalani simulasi PTM, sejauh ini belum ada permasalahan berarti. Sepuluh sekolah ini yaitu SDN Lempuyangwangi, SDN Margoyasan, SD Muhammadiyah Karangkajen, SDN Serayu, dan SDN Tegalrejo I, SMPN 1 Jogja, SMPN 7 Jogja, SMPN 8 Jogja, SMPN 9 Jogja, dan SMPN 15 Jogja.

“Sejauh ini evaluasi kami berlangsung dengan sangat baik dan konsisten jaga protokol kesehatan (prokes),” kata Dedi.

Saat ini, Disdikpora Jogja sedang menjalani simulasi PTM kedua. PTM pertama berlangsung pada akhir Maret 2021, sebelum Idulfitri. Setelah melakukan simulasi, pada tahun ajaran baru Juli 2021 mendatang, seluruh sekolah harus menyediakan opsional PTM dan pembelajaran daring. Nantinya terserah orang tua peserta didik yang hendak memilih PTM atau daring.

“Kami sudah lakukan verifikasi semua sekolah jenjang SD dan SMP sebanyak tiga kali, hasilnya semuanya siap dari sisi sekolah,” kata Dedi.

Apabila pada simulasi PTM SD yang ke sekolah baru kelas 4 dan 5, pada Juli mendatang seluruh kelas rencananya akan laksanakan PTM. Sementara untuk SMP sudah seluruh laksanakan simulasi PTM.

Menurut Kepala SMPN 9 Jogja, Sugiharjo, hari pertama PTM pada Kamis (27/5/2021) setelah libur Idulfitri berlangsung lancar. Tidak ada kendala terkait dengan penerapan prokes yang pengawas sekolah temukan. “PTM hari pertama ini sudah berjalan lancar ya. Artinya, siswa sudah terbiasa untuk melakukan protokol kesehatan di sekolah,” katanya.

Dia menjelaskan, siswa yang mengikuti simulasi PTM mulai paham bahwa prokes adalah kebutuhan mereka agar tidak terjangkit virus Covid-19. Namun guru tetap mengawasi siswa agar tetap mengimplementasikan prokes. Terkadang ada saja yang secara refleks tidak menjaga jarak atau melepas masker. Di SMPN 9, kurang lebih ada sekitar 200 murid yang mengikuti uji coba PTM. Sehingga, jumlah per kelas diisi oleh sebanyak 17 murid.