Bantul Ajukan 50.000 Dosis Vaksin AstraZeneca

Grand Opening Sentra Vaksin di SMK Kesehatan Bantul, Jumat (28/5/2021). - Harian Jogja/Jumali
29 Mei 2021 08:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memastikan mengajukan sebanyak 50.000 dosis  vaksin AstraZeneca kepada Dinkes DIY. Pengajuan ini dilakukan sebagai upaya percepatan vaksinasi warga lansia di Bumi Projotamansari.

Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan jika permintaan 50.000 dosis vaksin AstraZaneca terealisasi, program vaksinasi terhadap lansia bisa dipercepat. 

"Artinya, satu hari selama hampir satu bulan akan ada vaksinasi warga lansia dengan sasaran mencapai 1.500 hingga 2.000 orang lansia," kata Agus saat ditemui di sela-sela Grand Opening Sentra Vaksin di SMK Kesehatan Bantul, Jumat (28/5/2021).

Agar vaksinasi lansia bisa berjalan cepat, Agus menyatakan akan memaksimalkan metode jemput bola dengan langsung turun ke kampung-kampung untuk realisasi vaksinasi. Metode jemput bola, dinilai efektif karena petugas bisa menjemput lansia yang kesulitan untuk datang ke lokasi vaksinasi. "Semoga terealisasi. Sejauh ini petugas yang kami miliki siap untuk mempercepat vaksinasi," kata Agus.

Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan, Agusdini Banun Saptaningsih mengatakan dari dua juta dosis vaksin AstraZeneca yang dihibahkan dari Covac ke Indonesia, DIY mendapatkan jatah 250.000 dosis vaksin AstraZenaca, dan vaksinasi pertama harus dilakukan pada Juni 2021. Sedangkan pada Agustus mendatang, Pemerintah Pusat mengirimkan vaksin AstraZeneca ke DIY. "Untuk saat ini kami masih fokus vaksinasi tahap kedua untuk pelayanan publik dan lansia," ujarnya.

Terkait dengan AstraZenaca CTMAV547 yang sebelumnya ditarik oleh BPOM, Banun mengatakan kepastian aman digunakan dan tidak, pihaknya masih menunggu informasi dari BPOM.

"Untuk vaksin AstraZeneca yang saat ini sudah ada di Gudang Farmasi Dinkes DIY bukan vaksin AstraZeneca CTMAV547, karena AstraZeneca CTMAV547 sudah ditarik," ucapnya.