Jaga Puluhan Pantai Gunungkidul, Personel & Fasilitas Tim SAR Masih Minim

Komisi A DPRD Gunungkidul, saat mendatangi Tim SAR di Pantai Pulang Sawal, Jumat (4/6/2021). - Istimewa
04 Juni 2021 18:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah personel yang minim hingga fasilitas yang tidak memadai membuat Tim SAR Satlinmas Wilayah Gunungkidul mengharapkan dukungan pemerintah.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko Bayu Sagara mengungkapkan jumlah personel di wilayahnya terbilang belum ideal. “Idealnya ada 50 orang, sekarang baru 30 orang, padahal kami memantau 16 pantai yang sering dipadati pengunjung setiap akhir pekan,” kata Sunu, Jumat (4/6/2021).

BACA JUGA: Siap-Siap, Bantul Buka Lowongan 921 CPNS & PPPK Tahun Ini

Fasilitas mendukung kinerja Tim SAR menurutnya juga masih terbatas. Beberapa fasilitas sudah tidak layak. Dia mencontohkan Posko Pantai Wediombo yang dibangun pada 2000 sudah keropos, dan tiangnya sudah retak.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan di wilayahnya personil juga terbilang kurang. Personel saat ini hanya 64 orang, untuk mengawasi 49 pantai, padahal idealnya setiap pantai dijaga enam orang petugas. Posko di Pantai Krakal, Pok Tunggal, Sundak, Sadranan, Watu Kodok, dan Ngrenehan, juga sudah mengkhawatirkan.

“Papan larangan untuk wisatawan bermain air atau berada di sekitar tebing masih kurang. Obat-obatan saat musim ubur-ubur pun sangat minim. Untuk komunikasi seperti radio pun kami tidak ada. Kendaraan pemantau atau emergency pun tidak punya,” ucap Marjono.

Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul Ery Agustin mengatakan, pihaknya akan mengupayakan fasilitas untuk tim SAR. “Kami pekan depan akan undang OPD yang membidangi SAR yakni Satpol PP. Kasihan mereka berjuang menyelamatkan wisatawan tetapi fasilitasnya minim. Mereka garda terdepan penyelamat wisatawan yang berkunjung di kawasan Pantai,” ucap Ery.

Sekretaris Satpol PP Gunungkidul, Sri Yudho mengatakan akan mengupayakan penambahan fasilitas. “Akan kami upayakan penambahan fasilitas. Namun memang anggaran daerah cukup minim,” ucap Yudho.