Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY menyatakan belum bisa memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) digelar serentak pada tahun ajaran baru, Juli mendatang. Pemda Masih akan melihat perkembangan kasus Covid-19 sampai sepekan sebelum tahun ajaran baru.
“Kita belum berani menyelenggarakan tatap muka total, itu kita belum berani, kita lihat nanti. Hari inikan juga baru hari libur, baru akan masuk Senin hari ketiga bulan Juli. Nah nanti seminggu sebelumnya kita lihat dan evaluasi. Sudah berani belum, kita lihat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Selasa (8/6/2021).
Baskara Aji mengatakan PTM serentak tergantung kondisi penularan Covid-19 meskipun pada dasarnya hampir 90% sekolah ketika dimintai angket kesiapan PTM semuanya menyatakan siap untuk menggelar PTM dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan selama masa PTM.
Meski sekolah sudah siap, namun perlu mempertimbangkan masukan dari Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Termasuk lama PTM di kelas juga masih perlu didiskusikan bersama agar PTM berjalan lancar tanpa menimbulkan klaster baru penularan Covid-19. Pihaknya juga akan mempertimbangkan masukan dari Kementerian Kesehatan bahwa PTM maksimal digelar selama dua kali dalam sepekan.
BACA JUGA: Covid-19 Melonjak, 6 Kabupaten di Jateng Tutup Objek Wisata
Menurut dia, jika PTM digelar dua kali dalam sepekan namun jam pelajarannya penuh sampai delapan jam akan percuma. Sama saja dengan PTM digelar setiap hari namun dalam sehari maksimal dua atu tiga jam. Selain itu materi yang mau disampaikan oleh guru juga harus dipertimbangkan. Sebab ada banyak mata pelajaran yang harus disampaikan ke siswa, sementara jamnya terbatas.
“Materi yang mau disampaikan yang mana, tugas guru yg harus mengatur. Nah kalau diringkes itu pokok bahasannya mana yang harus diselesaikan. Itu yang harus menjadi PR [pekerjaan rumah] kita,” ujar Aji.
Lebih lanjut Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) ini menyatakan hampir semua guru di DIY sudah menjalani vaksinasi Covid-19 untuk kedua kalinya. Dia menyampaikan total guru di DIY yang sudah menjalani vaksinasi mencapai 92%. Sebelumnya, Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya mengatakan jumlah guru dan tenaga pendidik di semua tingkatan sekolah, seperti SMA, SMP, SD, dan TK terdapat sekitar 53.000an. “Vaksinasi guru data terakhir yang saya terima 92 persen di DIY,” ujar Baskara Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.