Dompet Dhuafa Buka Pos Hangat untuk Penyintas Gempa NTT
Dompet Dhuafa mengerahkan tim medis dan membuka Pos Hangat untuk membantu penyintas gempa NTT M7,7 di Maumere dan Manggarai Timur.
PDIP DIY bergotong royong membantu korban kebakaran-Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Kader dan pengurus banteng moncong putih Kecamatan Ngampilan, Jogja melakukan bakti sosial untuk membantu meringankan beban warga yang terkena musibah kebakaran.
Pada Sabtu-Minggu (12-13/6/2021) melakukan kerja bakti untuk mengurangi beban penderitaan warga Serangan RT 09 RW 02 Kelurahan Notoprajan, Ngampilan yang rumahnya terbakar. Kerja bakti dilakukan oleh Pengurus PAC PDI Perjuangan Ngampilan, Satgas Kompi B bersama Katana Notoprajan, warga, KTB Serangan serta Tagana. Kegiatan difokuskan pada pembersihan puing-puing sisa kebakaran yang terjadi Kamis (10/6/2021). Selain itu, juga mencari sisa-sisa barang yang masih bisa dipakai.
Abdullah Lubis selaku Sekretaris PAC PDI Perjuangan Ngampilan serta Ketua Katana Notoprajan bersama seluruh komponen membersihkan sisa-sisa kebakaran rumah Ibu Mulyana dan Bapak Andi. “ Kami sampaikan kepada kedua korban yang rumahnya terbakar, agar tetap tabah dan sabar dalam menghadapi musibah. Untuk meringankan beban korban kami mengajak masyarakat untuk ikut serta membantu kerja bakti dengan cara gotong royong. Gotong-royong sudah menjadi tradisi harus kita pupuk terus,” kata Abdullah Lubis dalam siaran persnya, Minggu (13/6/2021).
BACA JUGA: Prabowo Nilai Jokowi Pro Rakyat, Tapi Terhambat Birokrasi
PAC PDI Perjuangan Ngampilan mengajak masyarakat supaya ikut memberikan bantuan dan kepedulian berupa pemberian pakaian pantas pakai, bahan makanan (sembako) dan lainnya agar bisa dimanfaatkan. para korban kebakaran tersebut.
Dia berharap pada musim kemarau saat ini agar masyarakat lebih waspada dan berhati hati jangan membakar sampah sembarangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pihak keluarga korban, Isma Surya Barata mengucapkan terima kasih kepada Pengurus PDI Perjuangan Ngampilan dan warga yang dikordinasi Abdullah Lubis yang telah bergerak membantu korban kebakaran. Dia menilai PDI Perjuangan selalu muncul berjuang dan mempedulikan masyarakat.
Panut Widyatmoko yang juga Ketua RW 02 dan M. Muklis Ketua RT 09 mengucapkan terima kepada seluruh Pengurus PAC PDI Perjuangan Ngampilan dan Satgas Kompi B dan warga yang sudah banyak membantu dalam rangka kerja bakti dari pagi hingga sore hari.
Sedangkan Rio Putra selaku Sekretaris Ranting PDI Perjuanhan Notoprajan mengatakan kegiatan kerja bakti tersebut bisa meringankan para korban.
Ketua PAC PDI Perjuangan Ngampilan R Teddy Anggoro mengatakan PDI Perjuangan akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat termasuk masyarakat yang sedang mengalami musibah. PDI Perjuangan akan bergotong-royong membantu meringankan beban warga. Sikap ini, kata Teddy, sesuai instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang meminta para kader dan pengurus partai untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dengan memberi bantuan dan bergotong royong bersama elemen masyarakat untuk memberi bantuan kepada warga yang membutuhkan khususnya yang mengalami musibah.
"Kami selaku Pengurus PAC PDI Perjuangan akan selalu berada di tengah masyarakat yang mengalami musibah ataupun bencana, dan bergotong royong untuk meringankan beban para korban,” ujar R Teddy Anggoro, Ketua PAC PDI Perjuangan Ngampilan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dompet Dhuafa mengerahkan tim medis dan membuka Pos Hangat untuk membantu penyintas gempa NTT M7,7 di Maumere dan Manggarai Timur.
Khalyana Zahira, siswi MAN 1 Lubuklinggau, berhasil menjadi Paskibraka Nasional 2026 dan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran harus berjalan beriringan dalam Malam Tirakatan HUT ke-81 RI.
Sebanyak 683 dari 794 BTS terdampak gempa NTT telah pulih. Komdigi mencatat 111 site masih mengalami gangguan.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.