Hari Donor Darah Sedunia, PMI Dorong Program Darah Gratis Ditanggung Pemerintah

Sekda Sleman Harda Kiswaya ikut melakukan donor darah disaksikan oleh Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo di sela peringatan Hari Donor Darah se dunia di Sleman City Hall, Sabtu (12 - 6).
13 Juni 2021 06:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Peringati Hari Donor Darah se dunia, Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman menggelar aksi donor darah di Sleman City Hall, Sabtu (12/6/2021). Kegiatan ini sekaligus menjadi momemtum perjuangan PMI DIY agar pengadaan kebutuhan stok darah masuk dalam anggaran pemerintah.

Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo mengatakan kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan seharusnya diberikan secara gratis dengan cara ditanggung oleh APBD masing-masing daerah. Sebagaimana yang dilakukan oleh Pemkab Sleman melalui Program Layanan Darah di Sleman Gratis atau Lada Manis.

"Sebetulnya 2020 lalu program yang sama diterapkan di seluruh DIY dan 2021 ini diterapkan secara nasional. Namun karena pandemi Covid-19, program di seluruh DIY belum bisa dilakukan," kata Gusti Prabu di sela kegiatan aksi donor darah, Sabtu.

Meski terkendala pandemi, namun PMI DIY tetap menargetkan layanan darah gratis seperti di Sleman dapat diterapkan di seluruh DIY tahun ini. Sembari menunggu penerapannya, Ia akan berkomunikasi dengan kementerian terkait agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mampu menerapkan program tersebut secara nasional.

Baca juga: Haji 2021 Dibatasi untuk 60.000 Jemaah Penduduk Lokal Arab Saudi & Ekspatriat

"Ya perlu MoU antar kementerian untuk mempercepat darah gratis bagi masyarakat. Memang BPJS Kesehatan menanggung, tapi cuma sekali setelah itu dibeli sendiri oleh warga," katanya.

Ia menjamin program tersebut akan disetujui oleh masing-masing Dewan. Sebab kebutuhan darah gratis menjadi kebutuhan masyarakat dan tidak akan membebani BPJS Kesehatan. "Ini suatu hal yang sangat bagus. Kalau ada Dewan yang menolak tinggal lihat dari partai mana," katanya.

Sementara Ketua PMI Sleman Sunartono mengatakan aksi donor darah tersebut diikuti oleh masyarakat dan para pejabat. Tujuannya untuk mengkampanyekan aksi donor darah selama masa pandemi. "Kami targetkan 100 kantong. Kami gelar sesuai protokol kesehatan," kata mantan Sekda Sleman ini.

Jenis Pendonor

Dia menjelaskan ada beberapa jenis pendonor. Para pendonor yang datang merupakan pendonor sukarela. Mereka datang dengan sendirinya. Selain ada pendonor sukarela, ada juga pendonor pengganti. Mereka datang dengan menunjuk pasien tertentu. Biasanya pasien dengan penyakit kronis. "Ada juga donor banyaran, mereka menjual. Ini yang bahaya," katanya.

Pihaknya akan terus melakukan kampanye donor darah agar masyarakat menjadi pendonor tetap. Sebab manfaat donor darah tidak hanya membantu pasien yang membutuhkan tetapi juga membantu pendonor agar hidup sehat.

"Sampai saat ini baru satu persen penduduk Sleman yang menjadi pendonor tetap. Sekitar 10.000 orang saja targetnya 2 persen atau 20.000 pendonor tetap," katanya.