Terus Tumbuh! Volume Kubah Lava Tengah Merapi Capai 2,1 Juta Meter Kubik

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
13 Juni 2021 21:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Aktivitas erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi, meski terpantau naik-turun. Kedua kubah lava yang muncul pada erupsi 2021 ini juga terus mengalami pertumbuhan, hingga pada pengamatan terakhir volumenya mencapai 2,1 juta meter kubik untuk kubah lava tengah.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknlogi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, menjelaskan berdasarkan analisis foto udara dengan drone, kubah lava sisi barat daya saat ini sebesar 1,3 juta meter kubik. "Sedangkan volume kubah lava tengah 2,1 juta meter kubik," ujarnya, Minggu (13/6/2021).

Dengan dua kubah lava yang terus tumbuh, altivitas berupa guguran juga masih terus terjadi. Di sisi tenggara atau yang bersumber dari kubah lava tengah, teramati guguran awan panas sejauh 1 km pada Jumat (11/6/2021) lalu. Pada hari yang sama juga teramati awan panas ke arah barat daya sejauh 2 km.

BACA JUGA: Covid-19 DIY Naik Lagi, Sehari 466 Warga Terkonfirmasi Positif

Kubah lava tengah juga teramati meluncurkan guguran lava pijar pada Jumat (11/6/2021) ke arah tenggara sejauh 700 meter. Pada hari yang sama guguran lava pojar juga terjadi di sektor barat daya srbanyak lima kali dengan jarak luncur maksimal 2 km.

Guguran di sektor tenggara kembali teramati pada Minggu (13/6/2021), yakni berupa lava pijar sebanyak empat kali dengan jarak luncur maksimal 1 km. Sementara awan panas tidak teramati baik di sektor tenggara maupun barat daya.

Dengan tingkat aktivitas ini status Gunung Merapi masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.