Tetap Utamakan Prokes, Bakesbangpol Sukses Gelar FGD Seputar Keberagaman

Bakesbangpol Kota Jogja mengadakan kegiatan Focus Group Disscusion (FGD) dengan tema " Serasi dalam Keberagaman, Harmoni dalam ke-Bhinnekaan di hotel Royal Darmo, Kamis (10/6 - 2021).
14 Juni 2021 12:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Di tengah negara yang sedang fokus menangani  pandemi Covid-19, Bakesbangpol Kota Jogja berupaya untuk tetap memperhatikan pentingnya persatuan bangsa. 

Belum lama ini, Bakesbangpol Kota Jogja mengadakan kegiatan Focus Group Disscusion (FGD) dengan tema " Serasi dalam Keberagaman, Harmoni dalam ke-Bhinnekaan di hotel Royal Darmo, Kamis (10/6/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan. 

Peserta yang datang wajib menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak. 

Dalam FGD tersebut, Baskara selaku Kabid Kesbang Bakesbangpol Kota Jogja mengatakan perkembangan media dan teknologi Informasi turut menyumbang dinamika yang terjadi di Negeri ini, apabila tidak dikelola dengan tepat dikhawatirkan akan memicu disintegrasi. "Generasi muda diharapkan dapat memberi inspirasi dan inovasi dan menjadi garda terdepan dalam menyikapi berbagai persoalan dan tetap tangguh menghadapi dinamika jaman dengan cara-cara yang positif dan bijak," katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (14/6/2021). 

Sementara itu hadir pula Budi Santosa selaku Kepala Bakesbangpol Kota Jogja yang mengupas mengenai kemajemukan negara Indonesia di Jogja.

Kemudian Letkol. Inf. Erwin Ekagita Yuana selaku Dandim 0734 / Kota Jogja membahas mengenai pedoman bernegara warga Indonesia dengan 4 Konsensus Bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga: Gunungkidul Mulai Bersiap Injak Rem Darurat Corona

Menurutnya Indonesia merupakan Negara kesepakatan, dari berbagai Agama, Suku, Ras dan Golongan yang dikemas dalam bingkai NKRI. "Konflik daerah tidak jarang terjadi akibat penyalahgunaan teknologi informasi/ media sosial. Oleh karena itu diharapkan masyarakat menanamkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air dengan memperkaya wawasan budaya, bersilaturahmi tanpa memandang suku dan etnis tertentu," ungkap dia.

Salah satu budayawan yang hadir yakni Achmad Charris Zubair turut menyampaikan bahwa  berbeda adalah suatu pemberian dari Tuhan yang tidak bisa ditolak manusia. "Setiap permasalahan yang ada di daerah itu berbeda, sudut pandang yang berbeda sehingga menimbulkan perspektif yang berbeda. Dan kita tidak mungkin akan menyamakan orang lain agar sama dengan kita. Pemahaman bahwa kemajemukan negara Indonesia merupakan anugerah Tuhan YME," katanya. 

Sementara itu Wahyu Susanto selaku Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Jogja memperkenalkan dan menjelaskan tentang keberadaan dan tugas Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) kota Jogja dibentuk dengan dasar hukum Permendagri No.34/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah.

"Pembauran kebangsaan adalah proses pelaksanaan kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai Ras, Suku, Etnis, melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidkan, dan perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan Indonesia tanpa harus menghilangkan identitas Ras, Suku, dan Etnis yang ada dalam kerangka NKRI," katanya. *