10 Guru di Wates Terpapar Covid-19, Sekolah Disterilisasi

Ilustrasi. - Freepik
14 Juni 2021 13:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Sebanyak 10 guru yang berasal dari salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di kapanewon Wates terpapar Covid-19. Dari 10 guru yang terpapar Covid-19, lima orang keluarga dari guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga ikut terpapar virus.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan 15 kasus positif Covid-19 yang terdiri dari 10 guru dan lima anggota keluarga diketahui pada 26 Mei 2021 lalu. Awal kasus positif Covid-19 diketahui saat salah satu guru dirawat di salah satu rumah sakit di Kulonprogo.

"Setelah dilakukan rapid test antigen kepada guru yang sedang dirawat, hasilnya diketahui positif Covid-19. Saat ini total ada 10 orang di sekolah tersebut yang terkonfirmasi positif, kemudian kami lanjutkan tracing dan ditemukan ada lima anggota keluarga yang positif. Sehingga total ada 15 orang," kata baning pada Senin (14/6/2021).

Lebih lanjut, setelah mengetahui jika satu guru yang dirawat positif Covid-19, gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo kemudian mengambil langkah untuk melakukan penelusuran kontak erat.

Baca juga: Gunungkidul Mulai Bersiap Injak Rem Darurat Corona

"Total sebanyak 37 guru yang berada di SMP tersebut, 10 di antaranya diketahui positif Covid-19. 10 guru yang diketahui positif Covid-19 kemudian kami lakukan penelurusan kontak erat hingga ke level keluarga. Hasilnya lima orang keluarga dari guru yang terpapar Covid-19 juga diketahui positif Covid-19," kata Baning.

Adapun, sekolah yang menjadi tempat penularan Covid-19 bukan sebagai sekolah yang ditunjuk untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Oleh karena itu, Baning memastikan jika tidak ada kontak antara guru dengan murid.

"Untuk memutus mata rantai, kami terus melakukan upaya penelurusan kontak erat dari 10 guru yang diketahui terpapar Covid-19. Untuk sekolah, kami juga telah melakukan sterilisasi dengan upaya penyemprotan desinfektan. Kami pastikan tidak ada siswa yang menjadi kontak erat," kata Baning.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo Arif Prastowo memastikan jika sekolah yang diduga sebagai lokasi penularan Covid-19 tidak masuk dalam daftar sekolah yang menyelenggarakan PTM.

"Sekolah yang menjadi lokasi penularan selama ini melaksanakan pembelajaran secara daring. Sehingga, kami memastikan tidak ada aktivitas yang melibatkan siswa di sekolah tersebut," kata Arif.

"Guru dan tenaga kependidikan lain yang merasa kontak erat agar memeriksakan diri ke puskesmas. Kami juga telah meminta kepada guru-guru yang positif untuk isolasi mandiri," sambung Arif.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo juga telah meminta agar guru di sekolah yang menjadi lokasi penularan Covid-19 untuk tidak melakukan aktivitas di sekolah terlebih dahulu.

"Termasuk tahapan pembelajaran dan penilaian akhir semester pun juga dipastikan digelar secara daring," kata Arif.