Perbaikan Jalan Nglebak-Jatiayu di Gunungkidul Telan Biaya Rp7 Miliar

Sejumlah pekerja sedang membuat talut yang jadi bagian dalam proses perbaikan jalan kabupaten di ruas Nglebak, Kalurahan Katongan,Nglipar menuju Katiayu,Kapanewon Karangmojo, Rabu (16/6/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
17 Juni 2021 17:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kerusakan jalan kabupaten di ruas Nglebak, Kalurahan Katongan, Nglipar-Jatiayu, Kalurahan Karangmojo, diperbaiki tahun ini. Total biaya perbaikan ruas sepanjang 2,59 kilometer mencapai Rp7.030.216.000 dan ditarget selesai pada akhir Juli mendatang.

Kepala Seksi Pemeliharaan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan tahun ini pemkab memiliki dua program perbaikan jalan dengan skala pembiayaan yang besar. Ruas ini meliputi Nglebak-Jatiayu dan Tambakromo-Semin.

“Semua dikerjakan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus dari Pemerinta Pusat,” kata Wadiyana, Kamis (17/6/2021).

Dia menjelaskan perbaikan ruas Nglebak-Jatiayu menelan anggaran sebesar Rp7.030.216.000. Perbaikan sudah dilaksanakan sejak akhir Maret lalu dan ditargetkan selesai di akhir Juli. “Masih berlangsung dan waktu pengerjaan dilakukan selama 120 hari,” ungkapnya.

Proses perbaikan tidak hanya dilakukan dengan pengaspalan di ruas tersebu. Namun, juga dibuatkan drainanse saluran air agar jalan bisa lebih awet lagi. “Total ruas yang diperbaiki sepanjang 2,59 kilometer,” katanya.

Wadiyana berharap pengerjaan dapat selesai tepat waktu. Sedangkan dari sisi kegunaan bisa memperlancar akses bagi masyarakat sekitar. Program ini juga sebagai upaya mengurangi panjang ruas jalan di Gunungkidul yang mengalami kerusakan. “Upaya perbaikan sudah dilakukan, tapi berhubung dana yang dimiliki terbatas, maka pelaksanaannya bertahap,” imbuhnya.

Menurut dia, pandemi Covid-19 berdampak terhadap proses perbaikan jalan. Sebagai contoh, pada tahun ini tidak banyak jalan yang diperbaiki karena program hanya sebatas pemeliharaan dalam skala kecil. “Kami sempat mengagendakan jalur wisata Kepek-Ngrenehan di Kapanewon Saptosari, tapi anggaran belum ada sehingga rencana pembangunan dibatalkan,” katanya

Salah seorang warga Nglebak, Katongan, Nglipar, Supardi sangat antusias dengan perbaikan jalan yang menghubungkan dengan wilayah Kapanewon Karangmojo ini. Menurut dia, program ini melengkapi adanya pembangunan jembatan yang membentang di atas Kali Oya. “Jembatan sempat rusak karena diterjang banjir bandang, tapi sudah dilakukan perbaikan,” katanya.

Menurut dia, sebelum adanya perbaikan jalan, jalur Nglebak-Jatiayu banyak yang rusak. Kerusakan ini berdampak terhadap aktivitas masyarakat yang harus berhati-hati saat melintas di jalur ini. “Ya kalau jalannya baik, maka akses akan lancar dan lebih cepat,” katanya.