Catatan Penting Beli iPhone Duo: Wajib eSIM dan AI Belum Bahasa Indonesia
iPhone Duo hadir tanpa SIM fisik dan Apple Intelligence belum mendukung Bahasa Indonesia. Ini yang perlu diketahui calon pembeli di Indonesia.
Jamu tradisional racikan warga Kiringan di lapangan Desa Canden, Jetis, Minggu (28/10/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL - Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul untuk memastikan eksistensi Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Bantul. Salah satunya adalah dengan mengenalkan sentra jamu Kiringan melalui kegiatan pemotretan, Sabtu (19/6/2021).
Kasi Promosi Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan kegiatan pemotretan yang melibatkan belasan fotografer ini adalah salah satu upaya promosi terhadap keberadaan Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan. Diharapkan melalui pemotretan ini, masyarakat akan mengetahui mengenai aktivitas dan keunikan dari Desa Wisata Kiringan.
“Apalagi saat ini situasi pandemi. Kami ingin agar masyarakat yang belum bisa berkunjung tetap bisa menikmati dengan media foto," katanya, Sabtu (19/6/2021).
Pengelola Sentra Desa Wisata Jamu Kiringan M Sutrisno mengatakan, di Desa Wisata Kiringan, ada 130 orang produsen jamu yang didominasi kaum perempuan. Setiap hari, mereka memproduksi jamu berbahan empon-empon dan rempah-rempah, menjadi jamu beras kencur, kunir asem, temulawak, uyup-uyup, jamu pegel linu dan aneka jenis jamu lainnya.
Namun, kegiatan ini sempat nyaris terhenti menyusul adanya pandemi Covid-19, karena tidak ada tamu lokal maupun mancanegara berkunjung ke Desa Wisata Kiringan. Namun, perlahan, lanjut Sutrisno, warga mulai bangkit dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat menyusul telah adanya satu dua tamu ke lokasi desa wisata tersebut.
“Mereka ingin belajar membuat jamu di sini. Kami terapkan protokol kesehatan yang ketat terhadap tamu yang berkunjung,” terangnya.
Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan Desa Wisata Kiringan merupakan destinasi tersembunyi dan akan terus digencarkan promosinya.
“Nantinya, paket wisata yang akan diperkenalkan adalah edukasi jamu, mulai dari bahan baku, sampai produksi," jelas Kwintarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
iPhone Duo hadir tanpa SIM fisik dan Apple Intelligence belum mendukung Bahasa Indonesia. Ini yang perlu diketahui calon pembeli di Indonesia.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.
Basarnas belum menemukan tanda lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian terkendala area rawan dan asap tebal.