Imunisasi Bayi di Bantul Tertinggal, Kasus Campak Capai 127 Kasus
Capaian imunisasi dasar bayi Bantul baru 54,43 persen hingga 3 September 2026, masih di bawah target 63,3 persen.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah agen penyedia oksigen medis mengaku mengalami kekosongan stok akibat lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi beberapa hari belakangan. Agen penyedia oksigen mengaku kelangkaan stok oksigen ini telah terjadi sejak Kamis 17 Juni pekan lalu.
"Memang benar-benar tidak ada stok oksigen. Bisa saya katakan 90 persen agen yang ada di Jogja ini semuanya kehabisan stok," kata Sutrisno, salah satu agen penyedia oksigen di Gondokusuman, Selasa (22/6/2021).
Sutrisno menjelaskan, pihaknya sampai saat ini tidak dapat berbuat banyak. Desakan dari rumah sakit dan juga pelanggan yang membutuhkan oksigen medis hanya ditanggapi seadanya. "Ya banyak customer yang marah-marah, tapi kami tidak bisa apa-apa lagi, karena stok memang benar-benar kosong," ungkapnya.
Dia menyebut, selama ini sejumlah agen penyedia oksigen di Jogja mendapatkan stok dari Jawa Tengah. Tingginya kasus Covid-19 di wilayah itu disinyalir menjadi penyebab kurangnya pasokan oksigen ke Jogja.
"Kita sama-sama tahu bagaimana kondisi Covid-19 di Jawa Tengah belakangan ini. Pastinya itu juga berimbas terhadap pasokan oksigen ke Jogja," ujarnya.
Dirinya juga telah berusaha menghubungi berbagai pabrik serta agen oksigen lain di berbagai daerah, namun hasilnya tetap saja nihil. "Saya sudah tanya pimpinan, katanya kondisi kelangkaan oksigen ini masih akan bertahan sampai bulan ini," katanya.
Di masa normal, dia mengaku bahwa pasokan oksigen di tempatnya kadang tidak menentu. Oksigen yang masuk didasari pada tabung yang kosong. "Misal ada 15 tabung yang kosong, jadi ya pasokannya segitu," imbuh dia.
Kondisi oksigen yang langka otomatis membuat harganya naik. Hanya saja, Sutrisno mengakui bahwa hal itu lazim karena kondisi oksigen yang kosong. Kenaikan harga pun disebut dia tidak sampai melejit terlampau tinggi.
BACA JUGA: LIPI Temukan Varian Delta dari Puluhan Sampel asal Karawang
"Kenaikannya di kisaran 10-15 persen. Kami juga tidak mau mengambil untung yang terlalu berlebihan di saat kondisi yang seperti ini," katanya.
Humas RSUD Kota Jogja, Imaculada mengatakan bahwa, stok oksigen di rumah sakit tersebut hanya bertahan sampai besok pagi. Saat ini rumah sakit telah melakukan berbagai cara untuk memastikan ketersediaan stok oksigen kembali ada. Hanya saja, penyedia oksigen disebut dia sampai saat ini belum merespons.
"Mungkin stok oksigen kami hanya sampai besok pagi. Rumah sakit sudah melakukan pemesanan, tapi belum ada respons dari penyedia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Capaian imunisasi dasar bayi Bantul baru 54,43 persen hingga 3 September 2026, masih di bawah target 63,3 persen.
DPR memastikan RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan 15 Desember 2026. Komisi III menekankan aturan tak boleh jadi alat abuse of power.
InfraNexia dan XLSMART memperluas kerja sama infrastruktur konektivitas untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi jaringan di Indonesia.
Timnas Boccia Indonesia juara World Boccia Championship 2026 di Seoul dengan 3 emas dan 1 perak, sekaligus mengamankan poin menuju Paralimpiade 2028.
Hipertensi tak selalu disebabkan makanan. Tujuh kebiasaan sehari-hari, mulai dari konsumsi garam hingga kurang tidur, bisa memengaruhi tekanan darah.
Anggota DPRD Jateng Muhammad Farchan meminta rencana PLTP Gunung Ungaran dikaji ulang karena menyangkut sumber air, lingkungan, dan cagar budaya.