Budidayakan Kaktus, Warga Panjatan Kulonprogo Panen Rezeki saat Pandemi

Joko Setiyono, 31, warga Kalurahan Bojong, Panjatan, Kulonprogo, saat ditemui di rumah pribadinya pada Jumat (18/6/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
26 Juni 2021 21:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kaktus menjadi tanaman yang naik daun saat pandemi Covid-19. Peluang bisnis terbuka lebar karena permintaan tumbuhan penyimpan air itu meroket tinggi. Peluang itu ditangkap dengan baik oleh Joko Setiyono, 31, warga Bojong, Panjatan, Kulonprogo. Bagaimana kisahnya, berikut laporan wartawan Harian Jogja Hafit Yudi Suprobo.

Hamparan menghiasi rumah Joko Setiyono, di Panjatan, Kulonprogo. Halaman depan rumah Joko, dengan luasan 12 X 8 meter disulap menjadi kebun kaktus.

"Total luas lahan untuk kaktus saya sekitar 400 meter. Kalau dulu itu awal saya merintis saya hanya pakai dua kardus mi instan," kata Joko saat diwawancarai pada Jumat (18/6/2021).

Joko senang tanaman. Pada 2016 lalu, temannya dari Malang memberikan tanaman kaktus kepada Joko. Awalnya, Joko diminta merawat saja. Setelah Joko piawai merawat, temannya baru membolehkan Joko untuk menjualnya.

"Saya diberi kaktus oleh rekan saya sekitar dua kardus mi instan. Saya belajar bagaimana membudidayakan kaktus. Setelah mengerti, saya [baru] diperbolehkan menjualnya," kata pria yang hobi minum kopi ini.

Niat Joko serius berbudi daya kaktus dan menjualnya direstui oleh istrinya. Pria lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogja itu kemudian membuat Instagram bernama @arid.zona. Konten Instagram berisikan tanaman kaktus yang dibudidayakan oleh Joko. "Saya serius menggeluti bisnis budi daya kaktus sejak 2017 lalu. Waktu itu, untuk mendapatkan bibit atau tanaman indukan kaktus, saya harus mendatangi wilayah lain seperti Bandung dan Malang," kata Joko.

Untuk mempromosikan kaktus, Joko mengandalkan media sosial. "Selain Instagram saya juga menggunakan platform lain seperti Bukalapak dan Shopee untuk menjual tanaman kaktus saya. Dulu itu, pemain kaktus sedikit, sekarang sudah banyak," ujar Joko.

Joko pantang mundur untuk menggaet pasar kaktus. Sempat terseok-seok dalam mencari konsumen, kerja kerasnya terbayar. Pandemi Covid-19 justru menjadi berkah tersendiri bagi pria yang tak pernah lepas dari topi ini.

"Masyarakat tampaknya lebih melek terhadap kaktus saat pandemi Covid-19," kata Joko.

Joko memutuskan membudidayakan kaktus karena permintaan di pasar lumayan tinggi. Kalau dia harus menggantungkan tanaman kaktus dari pembudidaya kaktus di lain daerah, tentunya permintaan tidak akan terpenuhi. "Nah, budi daya itu dengan cara mencari indukan. Bisa dengan cara mengawinkan biji secara silang dari varian kaktus satu dengan jenis lainnya. Bisa juga dengan cara stek," kata Joko.

Dalam kurun waktu satu bulan, Joko menerima 300 permintaan kaktus. Pangsa pasar kaktus Joko tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyebar dari seluruh wilayah Nusantara.

"Saya ngirim [kaktus] ke Surabaya, Jabodetabek, Kalimantan bahkan Papua [saya] punya pembeli tetap. Omzet sekitar Rp50 juta per bulan. Bahkan, pernah menyentuh angka ratusan juta pada pertengahan pandemi Covid-19 kemarin," kata Joko.

Varian kaktus yang dijual Joko mulai dari star fire, carnelien, miha orange, darth maul, astro, daydream. Harga tiap varian berbeda-beda. Aspek yang menjadi patokan adalah jika kaktus itu terdiri dari lebih banyak warna, harganya semakin tinggi.

"Harga satu kaktus mulai dari Rp10.000 sampai yang Rp7 juta. Bahkan, ketika pameran yang saya gelar beberapa waktu lalu, kaktus saya ada yang ditawar hingga ratusan juta rupiah, tapi belum saya lepas," kata Joko.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugroho mengatakan sektor agribisnis di Kabupaten Kulonprogo menjadi sektor yang potensial dikembangkan. Selain anggrek, kaktus menjadi salah satu tanaman hias yang banyak diminati masyarakat.

"Dengan adanya Bandara YIA [Yogyakarta International Airport] dan kawasan strategis pariwisata nasional, kami mendorong agar pembudi daya di Kabupaten Kulonprogo mampu melihat peluang bisnis dari sektor tanaman hias," kata Aris.