Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ilustrasi./Twitter
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul berencana membangun Tugu Adipura senilai Rp734 juta di kawasan Alun-Alun Wonosari. Hingga saat ini, proses masih dalam persiapan untuk mencari rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, Tugu Adipura dibangun sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kota Wonosari meraih Piala Adipura kategori Kota Kecil di 2024 lalu. Total anggaran yang dipersiapkan sebesar Rp734 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Gunungkidul 2025.
BACA JUGA: Calon Investor di Kawasan Karst Gunungkidul Wajib Kantongi Dokumen Lingkungan
“Sudah ada pagunya karena Ibu Bupati setuju dengan pembangunan tugu monumental penanda meraih adipura. Hari ini, kami presentasikan ke Ibu [Bupati Gunungkidul] terkait dengan rencana pembangunan,” kata Hary, Senin (5/5/2025).
Dia menjelaskan, sesuai dengan rencana awal Tugu Adipura akan dibangun setinggi delapan meter. Adapun lokasinya berada di sisi barat Alun-Alun Wonosari.
“Anggarannya tidak hanya membangun tugu, juga untuk menata di kawasan sekitarnya biar lebih estetik dan indah,” kata mantan Sekretaris Dinas Pariwisata ini.
Meski masih dalam tahap persiapan, Hary memastikan sudah memiliki rencana jelas terkait dengan konsep maupun waktu pengerjaannya. Ia menargetkan, pembangunan Tugu Adipura bisa selesai sembelum perayaan Hari Jadi Gunungkidul di 4 Oktober 2025 mendatang.
“Mudah-mudahan sebelum hari jadi sudah bisa selesai sehingga menjadi kado ulang tahun bagi Kabupaten Gunungkidul,” kata Hary.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mendukung rencana pembangunan Tugu Adipura di kawasan Alun-Alun Wonosari. Adapun pelaksanaannya akan ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup.
“Tugu Adipura akan dibangun di tahun ini,” katanya.
Selain pembangunan Tugu Adipura, juga ada rencana penataan kawasan Alun-Alun Wonosari. Sesuai dengan kebijakan ini, juga ada wacana penertiban pedagang kaki lima yang mangkal di alun-alun.
Meski demikian, Endah memastikan tidak hanya asal menertibkan. Pasalnya, ia berjanji akan menyediakan tempat pengganti untuk berjualan sehingga para PKL dapat berusaha dengan nyaman dan tetap memeroleh penghasilan.
“Makanya, kami tidak asal menertibkan karena ini menyangkut penghidupan para pedagang,” katanya.
Salah satu lokasi yang dipersiapkan adalah di kawasan Pasar Besole di Kalurahan Baleharjo, Wonosari. Ia berpendapat, lokasi ini sangat representative karena didukung adanya kioss-kios untuk berjualan. “Kami terus lakukan koordinasi untuk melakukan penertiban bagi para pedagang di alun-alun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Cek daftar film bioskop Jogja hari ini lengkap dengan pilihan genre, lokasi bioskop, dan kisaran harga tiket terbaru 2026.
Bos Hanania Group ditetapkan tersangka kasus dugaan penipuan umrah. Kerugian korban mencapai Rp12,1 miliar dengan 128 jemaah terdampak.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi satu-satunya wakil Indonesia di final Singapore Open 2026. Mereka akan menghadapi pasangan India Satwiksairaj Ranki
Veda Ega Pratama akan memulai Moto3 Italia 2026 dari posisi ke-13 setelah mencatatkan waktu 1 menit 55,548 detik pada sesi kualifikasi di Mugello. Peluang merai
Perayaan Waisak 2570 BE di Borobudur hadirkan pengalaman spiritual, meditasi, pelepasan lampion hingga Pasar Medang. Simak rangkaian lengkapnya.