Tabrak Pembatas, Pemotor Tewas di Jalan Perbatasan Semin-Sukoharjo
Jajaran Polsek Semin mengimbau kepada pengendara terus berhati-hati saat berkendara. Hal ini tak lepas adanya kecelakaan maut di perbatasan dengan sukoharjo.
Ilustrasi ASN - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 400 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dijadwalkan memasuki masa pensiun pada 2026. Gelombang pensiun ASN Gunungkidul ini berpotensi menimbulkan kekosongan sejumlah posisi strategis sehingga pengisian jabatan masih menunggu kebijakan seleksi ASN dari Pemerintah Pusat.
Data Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul menunjukkan bahwa dari total ASN yang memasuki masa purna tugas tersebut terdapat dua pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas.
Kedua pejabat yang akan pensiun pada 2026 itu ialah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Jarwo, serta Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Irawan Jatmiko.
Kepala BKPPD Gunungkidul, Iskandar, menjelaskan proses pensiun ASN Gunungkidul berlangsung bertahap sepanjang tahun ini.
Periode April hingga Mei tercatat sebagai fase dengan jumlah pegawai purna tugas cukup besar, yakni sekitar 80 orang ASN.
Sebelum memasuki masa purna tugas, para ASN tersebut telah mendapatkan pembekalan serta menerima Surat Keputusan (SK) pensiun yang diserahkan langsung oleh Bupati Gunungkidul. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masa transisi dari masa dinas menuju masa pensiun berjalan lancar.
Iskandar menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk merekrut ASN secara mandiri guna menggantikan pegawai yang pensiun. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini masih menunggu kepastian kuota pengadaan ASN dari pemerintah pusat agar kebutuhan pegawai di perangkat daerah tetap terpenuhi.
Situasi pensiun ASN Gunungkidul dalam jumlah besar tersebut juga menjadi perhatian pemerintah daerah karena dapat memengaruhi kelancaran pelayanan publik di sejumlah organisasi perangkat daerah.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para ASN yang telah mengabdi selama puluhan tahun di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
“Bahwasanya dedikasi, loyalitas dan kerja kerja yang dilakukan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan di Kabupaten Gunungkidul,” tutur sosok yang akrab disapa Mbak Endah tersebut saat memberikan pembekalan.
Pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada para ASN yang memasuki masa pensiun agar tetap berkontribusi di tengah masyarakat meskipun tidak lagi bertugas sebagai aparatur sipil negara. Harapan tersebut disampaikan agar pengalaman dan pengabdian para purnawirawan ASN tetap memberi manfaat bagi pembangunan daerah, sekaligus menjadi bagian dari fondasi perjalanan pembangunan Kabupaten Gunungkidul di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jajaran Polsek Semin mengimbau kepada pengendara terus berhati-hati saat berkendara. Hal ini tak lepas adanya kecelakaan maut di perbatasan dengan sukoharjo.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.