Kendala Gawai dan Jaringan Hambat Aktivasi IKD di Gunungkidul
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Gunungkidul baru mencapai 6,4 persen. Disdukcapil memperluas layanan jemput bola untuk mengejar target 20 persen pada
Ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Belasan rumah dilaporkan rusak akibat gempa bermaknitudo 5,1 yang terjadi di barat daya Gunungkidul pada Senin (28/6/2021) pukul 05.15 WIB. Data sementara, kerusakan terlihat di Kalurahan Girisekar, Panggang dan Giripurwo, Kapanewon Purwosari.
Awalnya disebutkan bahwa gempa tersebut bermagnitudo 5,3 namun melihat lokasi episenter dan kedalamannya, gempa selatan Jogja tersebut diperbarui menjadi 5,1.
Lurah Girisekar, Sutarpan mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait dengan dampak gempa yang terjadi pada Senin pagi. Meski tidak ada korban jiwa, 14 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Adapun rinciannya, di Dusun Bali ada sepuluh rumah; Dusun Warak satu rumah; Dusun Mendak satu rumah, Dusun Samak satu rumah dan Dusun Belimbing satu rumah. “Warga tidak ada yang luka. Rata-rata rumah rusak karena gentengnya berjatuhan,” kata Sutarpan kepada wartawan, Senin.
Menurut dia, warga sudah kerja bakti untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak. Hanya saja, kegiatan tersebut harus dihentikan sementara waktu karena hujan deras. “Sudah mulai diperbaiki karena kerusakan tidak ada yang parah. Tapi, ini berhenti dulu karena hujan,” katanya.
Baca juga: Jogja Diguncang Gempa Bumi 5,3 M, Getaran Terasa Sampai Jateng dan Jatim
Laporan kerusakan akibat gempa juga terjadi di Dusun Sumur, Kalurahan Giripurwo, Purwosari. Rumah milik Sujiyo rusak di bagian plafon hingga reruntuhannya menimpa satu unit laptop di dalam rumah. “Saat kejadian penghuni sudah bangun sehingga peristiwa ini tidak sampai mengakibatkan korban jiwa,” kata Lurah Giripurwo, Supriyadi.
Menurut dia, warga akan kerja bakti untuk memperbaiki rumah yang rusak dikarenakan gempa. “Di tempat kami hanya satu rumah rusak, sedangkan lainnya dalam kondisi aman,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, masih melakukan pendataan terkait dengan dampak gempa yang terjadi pagi tadi. “Masih didata. Kalau informasinya kerusakan terjadi di wilayah Saptosari, Panggang hingga Purwosari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Gunungkidul baru mencapai 6,4 persen. Disdukcapil memperluas layanan jemput bola untuk mengejar target 20 persen pada
Kemendikdasmen menyampaikan masukan kepada BGN untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, termasuk distribusi dan sasaran penerima.
Kemenaker menaikkan Program Magang Nasional Angkatan II menjadi 150.000 peserta pada 2026 dan memperluas akses bagi lulusan profesi dan penyandang disabilitas.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari. Pemkot Solo dan Polresta bergerak menangani kasus, sementara bayi yang selamat mendapat pendampingan.
Sekitar 200 kader 'Aisyiyah dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti 'Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 2026 di Bumi Perkemahan Kalakijo,
Mensos Saifullah Yusuf memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Kulonprogo telah melampaui 90 persen dan ditargetkan siap digunakan dalam dua pekan.