92.055 Warga Gunungkidul Terdampak Kekeringan, Tepus Wilayah Terparah
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Ilustrasi. /Antara Foto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Belasan rumah dilaporkan rusak akibat gempa bermaknitudo 5,1 yang terjadi di barat daya Gunungkidul pada Senin (28/6/2021) pukul 05.15 WIB. Data sementara, kerusakan terlihat di Kalurahan Girisekar, Panggang dan Giripurwo, Kapanewon Purwosari.
Awalnya disebutkan bahwa gempa tersebut bermagnitudo 5,3 namun melihat lokasi episenter dan kedalamannya, gempa selatan Jogja tersebut diperbarui menjadi 5,1.
Lurah Girisekar, Sutarpan mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait dengan dampak gempa yang terjadi pada Senin pagi. Meski tidak ada korban jiwa, 14 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Adapun rinciannya, di Dusun Bali ada sepuluh rumah; Dusun Warak satu rumah; Dusun Mendak satu rumah, Dusun Samak satu rumah dan Dusun Belimbing satu rumah. “Warga tidak ada yang luka. Rata-rata rumah rusak karena gentengnya berjatuhan,” kata Sutarpan kepada wartawan, Senin.
Menurut dia, warga sudah kerja bakti untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak. Hanya saja, kegiatan tersebut harus dihentikan sementara waktu karena hujan deras. “Sudah mulai diperbaiki karena kerusakan tidak ada yang parah. Tapi, ini berhenti dulu karena hujan,” katanya.
Baca juga: Jogja Diguncang Gempa Bumi 5,3 M, Getaran Terasa Sampai Jateng dan Jatim
Laporan kerusakan akibat gempa juga terjadi di Dusun Sumur, Kalurahan Giripurwo, Purwosari. Rumah milik Sujiyo rusak di bagian plafon hingga reruntuhannya menimpa satu unit laptop di dalam rumah. “Saat kejadian penghuni sudah bangun sehingga peristiwa ini tidak sampai mengakibatkan korban jiwa,” kata Lurah Giripurwo, Supriyadi.
Menurut dia, warga akan kerja bakti untuk memperbaiki rumah yang rusak dikarenakan gempa. “Di tempat kami hanya satu rumah rusak, sedangkan lainnya dalam kondisi aman,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, masih melakukan pendataan terkait dengan dampak gempa yang terjadi pagi tadi. “Masih didata. Kalau informasinya kerusakan terjadi di wilayah Saptosari, Panggang hingga Purwosari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Gempa Sumba Barat Daya M6,1 merusak 20 rumah dan sejumlah fasilitas. Satu orang luka, 173 personel disiagakan untuk penanganan.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Google menguji pusat data AI di luar angkasa lewat Project Suncatcher dengan membawa empat chip TPU ke orbit.
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu pagi, dilaporkan menyebabkan seorang lansia
Bedog Artsfest ke-16 di Sleman mengusung tema Ngerawat Rasa dengan menjadikan sungai sebagai ruang seni dan pesan kepedulian lingkungan.