Banyak ASN Positif Covid-19, Pemkot Jogja Terapkan 75% WFH

Wakil Walikota Jogja Heroe Purwadi saat memberikan keterangan pada media, pada Rabu (24/3/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
30 Juni 2021 17:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota Jogja memutuskan untuk menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) 75% dan Work From Office (WFO) 25% untuk menekan penularan Covid-19 di Balai Kota seiring banyaknya aparatur sipil negara (ASN) setempat yang terpapar Covid-19.

“Kami sekarang sedang mencoba untuk mengendalikan sebaran virus corona di perkantoran juga, maka kami sekarang akan membuat WFH 75% persen di Balai Kota. Jadi di Balai Kota WFO 25% untuk mengkondisikan agar berbagai macam persoalan yang berkaitan dengan penularan di kantor bisa dicegah,” kata Wakil Wali Kota Jogja sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Jogja, Heroe Poerwadi di Balai Kota Jogja, Rabu (30/6/2021).

Heroe mengatakan kebijakan WFH 75% akan diterapkan sampai 5 Juli mendatang. Sebelumnya, kebijakan WFH ditetapkan sebanyak 50%. Instansi yang berada di luar komplek Balai Kota Jogja pun masih diberlakukan kebijakan serupa. Hanya khusus bagi pegawai di kompleks Balai Kota WFH ditambah menjadi 75%.

Baca juga: Bantul Catat Rekor 642 Kasus Baru Covid-19 Sehari, Dinkes: karena Aktivitas Sosial

Kebijakan tersebut karena ada sejumlah perkantoran di kompleks Balai Kota yang puluhan pegawainya terpapar Covid-19. Namun Heroe enggan menyebut jumlahnya. Jumlah ASN yang terpapar Covid-19 diakui Heroe juga terjadi di perkantoran lainnya “Berapa jumlah pegawai yang terpapar, belum bisa kami hitung secara pasti,” ujar dia.

Namun hampir semua perkantoran di Jogja ada pegawainya yang terpapar Covid-19. Berdasarkan data yang masuk, kata dia, penularan Covid-19 cukup masif dan cepat. Penularan ada yang berasal dari perkantoran kemudian menularkan kepada keluarga dan sebaliknya ada yang terpapar dari keluarga kemudian menular ke ASN.

Selain menerapkan 75% WFH, Heroe juga meminta masyarakat melalui mantri pamong praja dan lurah untuk tidak memberikan izin kegiatan-kegiatan yang sifatnya dapat mengumpulkan banyak orang untuk menekan penularan Covid-19. Dia berharap masyarakat memahami dengan kebijakan tersebut karena penularan Covid-19 di Jogja cukup tinggi dan masif.

Baca juga: Ganjar Pranowo Cek Bus Vaksinasi di Solo, Daerah Lain Bisa Meniru

“Jadi kita ingin masyarakat diharapkan nanti betul-betul bisa membawa kondisi ini termasuk di dalam mengkondisikan supaya tidak ada kegiatan-kegiatan yang ada dimasyarakat. Intinya itu. Mulai diperketat, kita perketat untuk mengendalikan penularan Covid-19,” ujar Heroe.

Upaya lain yang dilakukan Pemkot Jogja adalah dengan mempercepat vaksinasi Covid-19. Pemkot akan menggandeng TNI dan Polri untuk percepatan vaksinasi. Saat ini Pemkot masih memiliki stok vaksin 40.000 untuk AstraZeneca dan 60.000 vaksin Sinovac.

Selain itu penambahan selter juga terus dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan Balai Pendidikan dan Pelatihan milik Kementerian Sosial di Jalan Veteran Jogja. Bahkan Heroe mengaku sduah meminta pengelola hotel untuk menyediakan hotel sebagai tempat isolasi mandiri bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala atau OTG.