Lanjutan Perbaikan Jalan Rusak di Kawasan Industri Semin Mulai Dikerjakan
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul memberikan kelonggaran bagi sekolah untuk menerima siswa baru, meski pendaftaran telah ditutup 24 Juni lalu. Dispensasi ini diberikan karena hingga pendaftaran ulang dilaksanakan ada SMP yang masih kekurangan peserta didik baru di Tahun Ajaran 2021-2022.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan, Penerimaan Peserta Didik Baru 2021-2022 tingkat SMP berjalan dengan lancar. Pendaftar dibuka mulai 22-24 Juni dan diumumkan sehari setelah pendaftaran ditutup atau tepatnya Jumat (25/6/2021).
“Proses daftar ulang juga telah terlaksana pada Senin [28/6/2021] kemarin,” kata Sudya, Rabu (30/6/2021).
Ia menjelaskan, proses PPDB sudah selesai. Namun demikian, hingga proses daftar ulang ditutup masih ada puluhan SMP di Gunungkidul yang kekurangan murid. “Banyak SMP yang kekurangan seperti SMP Negeri 2 Patuk, SMP Negeri 4 Playen, SMP Negeri 4 Nglipar, SMP Negeri 3 dan 5 Ngawen hingga SMP Negeri 1 Girisubo,” ungkapnya.
Adanya sekolah yang kekurangan murid ini, maka Disdikpora Gunungkidul memberikan kelonggaran untuk tetap bisa menerima siswa baru hingga tahun ajaran baru dimulai. Meski demikian, proses pendaftaran tidak dilakukan secara online karena pelaksanaan harus datang ke sekolah masing-masing yang dituju. “Kalau masih mau tambah siswa baru, dipersilakan. Batas waktunya sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai,” katanya.
Baca juga: Dukung Malioboro Semi Pedestrian, Ngampilan Tata PKL
Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kiswara menambahkan, total ada 34 sekolah yang masih kekurangan murid. jumlah ini tersebar di beberapa kapanewon. “Untuk kekurangan ada yang bisa mencapai puluhan. Misal di SMP Negeri 3 Semin kekurangan sampai 66 murid,” katanya.
Dia menjelaskan, adanya sekolah yang kekurangan murid sudah diprediksi sejak awal. Pasalnya, ketersediaan kursi dengan lulusan SD tidak sebanding. Total kursi yang tersedia ada 10.356, sedang lulusan SD hanya 9.948 anak. “Jadi kalau semua melanjutkan, masih ada bangku yang tak terisi,” katanya.
Ditambahkan Kisworo, PPDB 2021 penyelenggaraannya masih sama dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Selain dilakukan secara onine, penerimaan juga didominasi melalui jalur zonasi yang kuotanya mencapai 50%.
“Sedangkan sisanya dibagi melalui jalur prestasi, afirmasi hingga perpindahan orang tua. Semua berjalan lancar dan sudah persiapan untuk pelaksanaan tahun ajaran baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Sevilla mengalahkan Valencia 1-0 pada pekan kelima Liga Spanyol lewat gol Juan Iglesias dan naik ke posisi ketiga klasemen.
Wisata edukasi Madukismo mengajak pengunjung naik kereta lawas menyusuri pabrik dan melihat proses tebu hingga menjadi kristal gula.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Pemerintah Kabupaten Klaten mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 untuk sejumlah program prioritas. Salah satunya penanganan sampah di TPA