Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Foto ilustrasi./ANTARA FOTO-Galih Pradipta
Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Sosial DIY memastikan sudah ada 77 selter untuk menampung pasien Covid-19 yang tanpa gejala atau OTG di DIY. Dari jumlah tersebut 59 selter di antaranya yang dikelola Pemda DIY. Sementara sisanya dikelola organisasi masyarakat (ormas) keagamaan, perguruan tinggi, pemerintah kabupaten dan kota serta masyarakat.
“Selter Pemda DIY ada di Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Jogja. Jumlah 59 selter yang sudah siapkan oleh pemda DIY sejak 1 Juli lalu,” kata Kepala Dinas Sosial, Endang Patmintarsih, dalam jumpa pers melalui daring, Selasa (6/7/2021).
Endang mengatakan dari 59 selter yang dikelola Pemda DIY, 14 selter di antaranya yang sudah terisi pasien Covid-19 dengan kategori OTG dan bergejala ringan. Masing-masing selter kapasitasnya berbeda. Ada yang 72 orang, 60 orang, 30 orang, 20, dan ada yang kapasitas 10 orang.
Baca juga: KAI Tambah 45 Stasiun Layani Rapid Test Antigen, Termasuk Stasiun Wates
Tidak hanya menyediakan selter, namun dalam selter tersebut khususnya yang dikelola Pemda DIY terdapat dokter, perawat, petugas atau koordinator selter, layanan kesehatan, alat pelindung diri, serta kebutuhan sehari-hari bagi pasien seperti alat mandi, termasuk makan tiga kali dalam sehari.
Bahkan anggaran yang disediakan sebesar Rp92,6 juta untuk masing-masing selter dengan durasi isolasi di selter tiap pasien selama 14 hari. Semua selter yang disediakan Pemda DIY, diakui Endang, bebas diakses bagi masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 dengan menunjukan kartu tanda penduduk (KTP) dan hasil pemeriksaan tes PCR atau Antigen.
“Semua gratis asal bawa fotokopi KTP dan bawa hasil PCR atau antigen. Kita juga siapkan hotline untuk memudahkan penyintas mereka bisa WA [Whatsapp] untuk pendaftaran,” ujar Endang.
Baca juga: Depresi karena Positif Covid, Istri Bunuh Diri dan Suami Menyusul karena Serangan Jantung
Dia memastikan semua pasien Covid-19 yang isolasi di selter yang dikelola Pemda DIY terawasi dengan baik karena ada dokter dan perawatnya di masing-masing selter.
Lebih lanjut Endang menyatakan keberadaan selter ini sebagai respon tingginya angka penularan Covid-19 di DIY. Sementara kapsitas rumah sakit rujukan Covid-19 terbatas, sehingga pasien Covid-19 yang tidak bergejala atau bergejala ringan cukup melakukan isolasi di selter.
Sebelumnya Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY, Tri Saktiana mengatakan Pemda DIY akan terus memperbanyak selter-selter untuk menampung pasien OTG. Menurut dia, keberadaan selter yang dikelola pemerintah penting karena yang melakukan isolasi di rumah banyak yang tidak berstandar dan tidak ada pengawasan sehingga berpotensi menularkan kepada anggota keluarga lainnya.
“Ketika isoman tidak semua layak isoman karena, misalnya rumah kecil kemereyek. Walupun rumah besar kamar banyak tapi kamar mandi jadi satu engga cocok, maka kita buatkan selter,” ujar Tri Saktiana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.