Pemkab Gunungkidul Patroli Keliling untuk Tekan Mobilitas Warga

Ilustrasi - Antara/Mohammad Ayudha
08 Juli 2021 18:47 WIB Ujang Hasanudin Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Tim Pengendalian Pengawasan dan Penegakan Hukum yang dikomandoi Satpol PP Gunungkidul terus berupaya memaksimalkan kebijakan PPKM Darurat guna menekan laju penularan virus corona. Selain menyekat perbatasan, tim juga melakukan patroli keliling guna membubarkan kerumunan di masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Gunungkidul Hery Sukaswadi mengatakan ada upaya menekan mobilisasi warga selama PPKM Darurat dari 16% menjadi 30%. Tim Dalwas Gakum terus berupaya menekan dengan beberapa cara.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Razia Orang yang Nekat Keluar Rumah Saat PPKM Darurat

Pertama, penyekatan di beberapa titik di rest area Bunder, Patuk; Simpang Tiga Candirejo, Semin dan Pertigaan Bedoyo, Kapanewon Ponjong. “Langkah ini untuk mengurangi laju kendaraan dari luar daerah untuk masuk ke Gunungkidul,” katanya.

Adapun langkah kedua guna memaksimalkan kebijakan PPKM adalah patroli keliling. Tim Dalwas Gakum tak hanya melakukan kegiatan di malam hari, namun juga di siang hari di tempat-tempat strategis seperti pasar, tempat kuliner hingga ke komplek pertokoan. “Kalau melanggar protokol kesehatan maka siap dibubarkan. Beberapa kegiatan sudah dibubarkan karena adanya pelanggaran,” katanya.

Dia berharap masyarakat untuk mematuhi aturan dalam PPKM Darurat guna mengendalikan penyebaran virus corona. “Ya kalau tidak penting lebih baik di rumah saja,” katanya.

Peberlakuan PPKM Darurat di sejumlah wilayah dilakukan penutupan jalan untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Meski demikian, penutupan belum dilaksanakan di wilayah Gunungkidul.

Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Martinus Grivianto Sakti mengatakan, pihaknya masih membuat kajian untuk penutupan serta pemberlakuan rekayasa arus lalu lintas. Menurut dia, sudah ada rencana penutupan jalan di kawasan Alun-Alun Wonosari hingga jalur di depan Pasar Argosari. Namun, kebijakan tersebut masih dimatangkan sehingga belum bisa diberlakukan.

“Keputusannya besok. sekarang kami masih mengkaji serta menyiapkan rekayasa arus lalu lintas sebagai dampak dari kebijakan penutupan,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan selama PPKM lampu Alun-Alun Wonosari dimatikan mulai pukul 20.00 WIB. Langkah ini dilakukan untuk mendukung upaya menurunkan mobilisasi warga hingga 30%.