Pemkot Jogja Razia Orang yang Nekat Keluar Rumah Saat PPKM Darurat

Jalan Malioboro sepi pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Senin (5/7/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
08 Juli 2021 17:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemkot Jogja bakal melakukan operasi gabungan untuk menekan laju mobilitas warga di masa PPKM Darurat. Pemkot akan menggelar operasi yustisi gabungan guna memberi efek jera bagi warga yang masih nekat keluar rumah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho menjelaskan, warga yang tidak berkepentingan hendaknya menahan diri dan tidak egois keluar rumah di masa PPKM Darurat. 

"Kami sudah monitor di perempatan Jalan Prof. Herman Yohanes, Sagan dan di C. Simanjuntak, itu juga tidak ada kepadatan signifikan. Harapan kami ini sinyal positif bagi masyarakat agar mengurangi aktivitas non esensial. Sampai sejauh ini terkendali semua. Kemarin kamk pantau bersama Kapolresta, ke Giwangan, SGM, dan Gejayan, tidak ada penumpukan kendaraan yang berarti saat jam pulang kerja," katanya, Kamis (8/7/2021).

Dia menyebut, dalam waktu dekat ini jawatanmya juga bakal menggelar operasi gabungan yustisi secara acak dengan melibatkan jajaran Kodim, Polresta, Sat Pol PP dan juga Kejaksaan di sejumlah titik menuju Kota Jogja. Petugas nantinya bakal memeriksa surat vaksin dan hasil tes Covid-19 pengendara.

"Untuk waktu dan tempatnya kami rahasiakan. Apakah mereka nanti membawa surat hasil PCR atau tidak, surat keterangan vaksin bagaimana, termasuk plat luar daerah yang sifatnya non esensial akan kita paksa putar balik," kata Agus.

Dia menyebut upaya itu mesti dilakukan, sebab jika upaya persuasif lewat imbauan di rumah saja lebih baik tidak lagi diharapkan warga, maka penindakan dengan pro yustisia perlu diambil agar membuat mobilitas warga terkendali.