Seorang Warga di Panjatan Meninggal Dunia Saat Menjalani Isoman Covid-19

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aji Styawan\\r\\n
09 Juli 2021 20:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Warga Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, digegerkan dengan penemuan jenazah laki-laki di sebuah ruko. Warga yang ditemukan meninggal dunia pada Kamis (8/7/2021) tersebut diketahui tengah menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19.

Kapolsek Panjatan AKP Harun Dwi Karyanto mengatakan identitas korban meninggal dunia yang ditemukan di sebuah ruko tersebut bernama Sutadbi, 59, warga Mekarsari, Rajek, Tangerang. Korban ditemukan pertama kali oleh rekannya.

"Sebelumnya korban sudah beberapa hari tinggal di tempat itu (ruko) untuk isolasi mandiri. Namun, dalam beberapa hari korban tidak tampak, sehingga saksi curiga. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Abdul Hadi, warga setempat yang merupakan teman korban," kata AKP Harun pada Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Angka Kematian akibat Corona di Gunungkidul Masih Tinggi

Saksi yang berusaha mengetahui kondisi korban akhirnya mendatangi ruko pada Kamis (8/7/2021) pagi. Saksi berusaha mengetuk pintu ruko. Akan tetapi, tidak ada jawaban dari korban.

“Saksi kemudian mendatangi ruko dan mengetuk tetapi tidak ada sahutan. Lantaran ada yang janggal saksi kemudian melapor ke Polsek Panjatan,” kata Harun.

Mendapatkan laporan tersebut, petugas kepolisian dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo kemudian mendatangi ruko tempat korban melakukan isolasi mandiri.

Baca juga: Daftar 21 Titik Lokasi Penyekatan di DIY

Lebih lanjut, setelah pintu dibuka, dipastikan korban sudah meninggal dunia. Petugas yang menggunakan alat pelindung diri lengkap kemudian mengevakuasi korban untuk dilakukan pemulasaraan jenazah.

"Petugas juga menemukan hasil tes antigen yang dikeluarkan Klinik Pratama Darma Husada yang beralamat di Jalan Parangtritis Km 24 Duwuran, Parangtritis Kretek Bantul, yang menyatakan Sutadbi positif Covid-19," ujar Harun.

"Dari hasil pemeriksaan medis, diperkirakan korban meninggal dunia antara 4-6 jam sebelum ditemukan. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan," kata Harun.