Angka Kematian akibat Corona di Gunungkidul Masih Tinggi

Ilustrasi - Antara/Fransisco Carolio
09 Juli 2021 18:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan angka kematian akibat Covid-19 masih tinggi dengan persentase mencapai 3,9%. Sejak awal Juli hingga Hingga Kamis (9/7/2021) angka kematian akibat virus Corona selalu di atas sepuluh kasus setiap harinya.

Menurut dia, sudah ada 350 warga yang meninggal dunia karena Corona. Sebanyak 145 kasus merupakan akumulasi kematian sejak kasus corona muncul hingga akhir Mei 2021. Pada Juni lalu terdapat 115 warga yang meninggal dunia, sedangkan sebanyak 90 kasus kematian merupaka terjadi di Juli ini.

BACA JUGA: Begini Penjelasan Lengkap Penggunaan Danais untuk Penanganan Covid di DIY

Menurut dia, tingginya kematian akibat Corona disebabkan oleh beberapa fakktor. Salah satunya lonjakan kasus penularan yang belum menunjukan tanda-tanda akan menurun. Kondisi ini pun berdampak terhadap kualitas layanan karena fasilitas yang dimiliki sangat terbatas.

Ia mencontohkan layanan kritikal hanya memiliki empat kamar tidur dan fasilitas ini hanya tersedia di rumah sakit negeri. “Fasilitas yang dimiliki terbatas, tapi pasiennya terus bertambah sehingga berpengaruh terhadap angka kesembuhan,” katanya.

Menurut Dewi untuk angka kesembuhan juga masih rendah karena masih di kisaran 59,8%. Ia berharap dengan PPKM Darurat bisa menekan laju penularan virus Corona. “Masyarakat juga harus berpartisipasi dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sebab, jika kasus terus meningkat maka akan berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan,” katanya.