Terengah-engah, Satgas Kalurahan Sleman Butuh APD dan Vitamin bagi Warga yang Isoman

Foto ilustrasi. - Ist/dok Polda DIY
15 Juli 2021 20:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Stok APD (alat pelindung diri) bagi Tim Pemakaman dan Satgas Kalurahan di Sleman mulai menipis. Selain itu, sejumlah kalurahan juga mengaku kekurangan vitamin untuk diberikan kepada pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.

Lurah Triharjo Kapanewon Sleman Irawan mengatakan saat ini yang paling mendesak dibutuhkan jaminan hidup dan vitamin bagi pasien yang melakukan isolasi mandiri. "Meski angka kasus mulai menurun, namun saat ini masih ada 105 KK yang melakukan isoman. Kami masih butuh Jadup dan vitamin [bagi warga yang isoman]," kata Irawan, Kamis (15/7/2021).

Selain itu, Satgas Kalurahan yang membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Covid-19 juga membutuhkan alat ogsimenet untum mendeteksi dini kondisi pernafasan pasien. "Untuk APD masih ada untuk Satgas,"katanya.

Kantor Kalurahan Triharjo sendiri ditutup untuk sementara waktu karena sejumlah pamong terpapar Covid-19 dan salah satunya meninggal dunia. "Penutupan layanan dilakukan dua hari, Kamis [15/7/2021] dan Jumat (16/7/2021) untuk sterilisasi ruangan," katanya.

Di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem Amin Sarjito mengatakan saat ini terdapat 16 warga yang melakukan isoman di selter. Sementara yang sedang menjalani isoman di rumah sebanyak 130 orang. Selain vitamin, pihaknya membutuhkan APD bagi Satgas yang melakukan pengawasan pasien.

"Kebutuhan kami yang mendsak adalah mobil ambulans. Ini untuk memobilisasi warga ke rumah sakit. Apalagi persediaan oksigen yang tabung-tabung kecil itu sudah habis," kata Amin.

Untuk masalah Jadup warga yang melakukan isoman, Amin menyebut sepenuhnya ditanggung kalurahan. Mereka yang menjalani isoman pun dipantau oleh Satgas. "Jadi ketika hasil swa positif, jalani isoman, maka hari itu juga jadup kami berikan," katanya.

BACA JUGA: Ini Aturan Kemenag pada Perayaan Iduladha 1442 H

Lurah Bangunkerto, Kapanewon Turi, Anas Makruf mengatakan saat ini sudah banyak warga yang menyelesaikan masa isolasi mandiri. Terutama di Dusun Kendal yang sempat menjalani masa karantina wilayah. "Saat ini satu desa hanya ada sekitar 80an warga yang isoman. Satgas Desa juga mulai kelelahan karena setiap hari [kasus positif] tambah terus. Selter Desa juga penuh," katanya.

Dijelaskan Anas, saat ini Satgas Kalurahan membutuhkan tambahan vitamin untuk menguatkan daya imun. Selain itu, kebutuhan APD juga mendesak untuk proses pemakaman pasien Covid-19. "Ada 16 relawan pemakaman. Kami hanya bisa membeli APD sebisanya," katanya.

Lurah Balecatur Kapanewon Gamping Andri Septiyanto mengatakan saat ini ada sekitar 50 KK yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Pihak kalurahan saat ini membutuhkan ssmbako untuk dibagikan ke warga yang menjalani isolasi. "Warga yang isoman kami bantu dengan sembako berupa beras, minyak, mie dan telur,"katanya.

Sampai saat ini ada sekitar 600an warga Balecatur yang terpapar Covid-19. Jumlah tersebut terhitung sejak Januari lalu. "Paling banyak terpapar selama Juni dan Juli ini. Kami berharap kebutuhan sembako bagi warga yang isoman bisa terpenuhi," katanya.