Bando Selamat Datang Wonosari Dicopot, Ini Alasannya
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Novrian Arbi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Lonjakan kasus corona berdampak terhadap penyaluran bantuan paket sembako bagi warga yang menjalani isolasi mandiri. Awalnya, pemkab hanya menyediakan 1.000 paket, namun sekarang jumlahnya sudah mencapaii dua kali lipat.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Hadi Hendro Prayogo mengatakan, di tahun ini mendapatkan anggaran dari Belanja Tak Terduga sekitar Rp2 miliar. Nominal itu digunakan pengadaan sembako sebanyak 1.000 paket. Program sembako juga sudah disalurkan kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.
Namun demikian, sambung Hendro, seiring adanya lonjakan kasus corona, program sembako untuk warga yang menjalani isolasi mandiri tetap dilaksanakan. Adapun anggaran menggunakan sisa dana hasil efisiensi dari program paket sembako termin pertama.
Baca juga: Instruksi Bupati Diabaikan, 700 Masjid di Bantul Gelar Salat Jumat Berjemaah
“Dari dana BTT masih ada sisa anggaran sekitar Rp204 juta. Kami sudah berkirim surat ke BKAD dan Sekretariat Daerah untuk menggunaan sisa dana guna membeli paket sembako lagi,” kata Hendro kepada wartawan, Jumat (16/7/2021).
Menurut dia, usulan membeli sembako 1.000 paket tambahan sudah disetujui sehingga total sejak program digulirkan tahun ini mencapai 2.000 paket. Adapun paket tambahan sudah tersalurkan sebanyak 400 paket dan masih ada sisa sekitar 600 paket.
“Masih banyak yang mengajukan. Tapi, setiap ada permintaan kami upayakan dalam rentang waktu dua hari sudah dikirim. Kalau nanti habis, kami akan usulkan lagi,” katanya.
Baca juga: Penumpang KRL Jogja-Solo Melorot Tajam
Hendro tidak menampik pihaknya kwalahan untuk menyalurkan bantuan karena banyaknya warga yang menjalani isolasi mandiri. Oleh karena itu, bantuan difokuskan untuk setiap keluarga diberikan satu paket sembako. Namun demikian, apabila jumlah keluarga lebih dari lima orang maka akan diberikan sebanyak dua paket.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial, Siwi Iriyanti. Menurut dia, tidak hanya menyediakan paket sembako, namun juga berencana mempersiapkan shelter untuk karantina pasien positif.
Salah satu lokasi yang akan digunakan berada di Wisama Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen. Untuk penggunaaan sudah ada koordinasi dengan UGM, selaku pemilik. Selain itu, pihaknya berupaya melakukan komunikasi dengan warga sekitar agar tidak terjadi penolakan seperti kejadian di tahun lalu.
“Tahun lalu wisma sudah pernah digunakan untuk karantina, tapi sempat ada penolakan dari warga. Kami tidak ingin hal itu terulang kembali sehingga komunikasi terus dilakukan dengan warga sekitar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
BPS DIY mencatat jumlah penduduk miskin turun 13.900 orang pada Maret 2026 menjadi 408.870 jiwa atau 9,70%. Penurunan ini menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
Timnas Voli Putri Indonesia bersiap di seri kedua SEA V Cup 2026 Thailand. Target perbaiki peringkat usai finis ketiga di Hanoi. Simak jadwalnya.
FIFA menggelar rapat darurat di Maroko setelah rencana komersialisasi Piala Dunia memicu kritik dari Arsene Wenger, UEFA, hingga Pangeran Ali Yordania.
Kehilangan HP? Tenang, ada 7 aplikasi pelacak seperti Find My, Life360, dan Prey. Bisa lacak lokasi, kunci perangkat, hingga bunyikan alarm.
Media Hong Kong SCMP menyoroti hubungan pemerintahan Prabowo dan kelompok konglomerat 9 Naga di tengah kebijakan DHE, Danantara Sumberdaya Indonesia, dan pengua