5 Teknik Mengemudi Defensif agar Lebih Aman di Jalan Raya
Kenali lima teknik mengemudi defensif, mulai dari menjaga jarak aman hingga menghindari titik buta, untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Foto Ilustrasi suasana pemeriksaan kendaraan di pos penyekatan di DIY. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melakukan segala upaya agar keberadaan adanya varian Delta di DIY tidak menular lebih luas di wilayahnya.
Tak hanya memaksimalkan edukasi, pengetatan kegiatan masyarakat dan penyekatan mobilitas sosial dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah dan mengurangi sebaran varian tersebut.
BACA JUGA : Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk Jogja, Bagaimana Menggunakan Masker yang Tepat?
Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul Joko Purnomo mengatakan sampai saat ini belum menerima laporan terkait persebaran varian Delta di Bantul. Meski demikian, Pemkab Bantul tidak bisa berpangku tangan dan harus melakukan upaya agar varian Delta tersebut tidak masuk dan menyebar di wilayahnya.
“Yang jelas edukasi masyarakat harus terus kami lakukan. Pengetatan kegiatan, penyekatan dan penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan. Kami juga optimalkan Satgas di tingkat Pedukuhan dan Kalurahan. Sinergitas ini harus terus ditingkatkan,” kata Joko, Selasa (20/7/2021).
Selain itu, Joko mengaku akan mempersiapkan tambahan sarana dan prasarana di bidang kesehatan. Salah satunya adalah memperbanyak selter. “Dan, kami akan melakukan koordinasi untuk hal tersebut,” katanya.
Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan, sejauh ini penyekatan yang dilakukan oleh petugas akan terus dilakukan. Utamanya di sejumlah perbatasan dengan wilayah lainnya, yakni Srandakan, Piyungan dan yang berbatasan dengan Kota Jogja.
BACA JUGA : Varian Delta Sudah Masuk Jogja, Pemkot Minta Warga Patuh Aturan saat Iduladha
“Termasuk sebagai antisipasi warga yang ingin mudik saat Idul Adha,” kata Kapolres.
Menurut Kapolres evaluasi atas penyekatan akan dilakukan bersama dengan Dinas Perhubungan Bantul. Ada kemungkinan titik penyekatan ditambah, jika dalam hasil evaluasi diperlukan adanya penambahan ruas jalan yang disekat.
“Namun, sementara ini untuk sejumlah ruas jalan yang kami sekat akan tetap dipertahankan. Apalagi, angka kasus harian Covid-19 di Bantul masih tinggi,” ucapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta mengungkapkan, beberapa ruas jalan yang disekat, di antaranya adalah lajur sisi selatan persimpangan Dongkelan, simpang empat Klodran, simpang empat Gose dan simpang empat BPN. Selain itu ada, simpang empat Druwo jalan Parangtritis dan simpang empat Wojo atau jalan Imogiri Barat.
“Dari penyekatan tersebut sejauh ini mampu menurunkan mobilitas mencapai 38 persen," kata Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali lima teknik mengemudi defensif, mulai dari menjaga jarak aman hingga menghindari titik buta, untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.