88 Peserta dari 16 Negara Ikuti Summer Course on Law and Sharia di IPOLS FH UMY 

Dr. Gunawan Budiyanto, Rektor UMY membuka Summer School 2021 (14/7/2021). - Istimewa
21 Juli 2021 18:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak 88 peserta dari 16 negara, yaitu: Malaysia, Rusia, Palestina, Afghanistan, Pakistan, South Sudan, Fiji, Tajikistan, Maldives, Somalia, India, Turkey, Sri Lanka, Brunei Darussalam, Singapura, dan Indonesia akan mengikuti 2nd Summer Course on Law and Sharia (SCLS) yang diadakan oleh International Program for Law and Sharia (IPOLS) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dari 22 Juli sampai dengan 25 Agustus yang akan datang.

2nd SCLS adalah salah satu fokal dari 13 fokal yang menyelenggarakan Summer Course pada tahun 2021 yang telah dibuka secara resmi oleh Rektor UMY, Dr. Gunawan Budiyanto pada tanggal 14 Juli 2021 yang lalu.

Nasrullah, selaku Direktur IPOLS dan sekaligus sebagai penanggung jawab SCLS II menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dan komitmen IPOLS di tingkat unit dalam upaya menyukseskan program internasionalisasi UMY menuju International Reputable University dan Leading ASEAN University 2025

Berbeda dengan SCLS I  (19 Juli – 18 Agustus 2019) yang merupakan perpaduan academic and cultural activities dan diadakan secara offline, SCLS II yang diselenggarakan dalam suasana PPKM Darurat Covid-19 ini terpaksa diadakan secara online. 

Lebih lanjut Nasrullah menjelaskan ada 4 (empat) mata kuliah yang ditawarkan secara intensif selama 1 bulan ini, yaitu: 1. Introduction to Indonesian Legal System; 2. Indonesian Constitutional Law; 3. Medical Law; dan 4. Public International Law. Setiap mata kuliah yang ditawarkan setara dengan 3 SKS. Masing-masing mata kuliah akan dikuliahkan secara intensif dalam 16 kali pertemuan, termasuk 2 kali ujian, yaitu mid test dan final test dan berbagai penugasan.  Selain diajar oleh dosen-dosen senior IPOLS FH UMY, SCLS II ini juga akan menghadirkan beberapa dosen tamu, di antaranya: Prof. Dr. Murad Tumay, pakar HTN dari Istanbul Medeniyet University, Turkey; Prof. Dr. Puteri Nemie Jahn Kassim dan Prof. Dr. Tang Su Mei, masing-masing ahli Medical Law dari International Islamic University Malaysia dan Asia University Taiwan;   Dr. T. M. Luthfi Yazid, SH.,LL.M. CLI., CIL. (Professional Lawyer, Indonesia Nobile Law Center/ InLaw); dan Prof. Dr. Deniz Baran, pakar Public International Law dari Istanbul University, Turkey. 

Sementara itu Dekan Fakultas Hukum UMY, Dr. Iwan Satriawan menyampaikan apresiasi kepada IPOLS yang meskipun dalam suasana keterbatasan gerak di masa pandemi covid-19 ini tetap dapat melakukan kegiatan yang kreatif dan inovatif dalam merealisasikan indeks kinerja strategis yang dibebankan oleh UMY kepada Fakultas Hukum. Lebih jauh, Dr. Iwan Satriawan menegaskan bahwa Pelaksanaan 2nd Summer Course on Law and Sharia merupakan kegiatan strategis program internasionalisasi FH UMY dalam pencapaian beberapa hal yaitu, pertama, implementasi kerjasama dengan berbagai kampus partner FH UMY yang telah dibangun selama ini dengan kampus-kampus di Malaysia, Thailand, Taiwan, Cina, Korea Selatan, dan Turki. Kedua, program Summer Course ini (disamping student exchange, staff exchange, research collaboration, joint publication) merupakan penegasan kekuatan branding FH UMY sebagai kampus hukum yang telah siap menuju “Excellent Research Faculty and Leading in ASEAN Countries”. (***)

Sumber : Siaran Pers