Kematian Akibat Covid-19 di Jogja Tinggi, Sekda DIY Minta Pasien Isolasi di Selter

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji-Harian Jogja - Yosef Leon Pinsker
22 Juli 2021 19:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji kembali mengingatkan kepada semua pasien Covid-19 untuk melakukan isolasi di selter atau tidak isolasi mandiri (Isoman) di rumah agar memudahkan dalam pengawasan kondisi kesehatan pasien. Pernyataan ini merespon tingginya kasus kematian akibat Covid-19.

Pada 22 Juli 2021 ini terjadi penambahan kasus kematian akibat Covid-19 sebanyak 88 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 2.683 kasus. “Berharap yang melakukan isoman itu pindah saja ke selter. Kita masih punya selter-selter lebih, ada pengawasam, terkontrol petugas, obat juga terjamin, apalagi yang sudah ada gejala supaya bisa mengurangi sakitnya makin parah kemungkinan meninggal lebih tinggi [bagi yang isoman] dibanding di selter,” kata Baskara Aji, Kamis (22/7/2021).

Baskara Aji mengatakan selter yang disediakan DIY baru separuh yang digunakan. Namun banyak pasien Covid-19 yang justeru senang isoman di rumah. Padahal di rumah belum tentu memenuhi persyaratan sebagai tempat isolasi

“Kalau tak memenuhi persyaratan rumah maka kemungkinan keluarganya terpapar tertinggi,” ujar Baskara Aji. Dia memastikan semua pasien Covid-19 yang tinggal di selter gratis untuk selter yang dikelola Pemda DIY, pemerintah kabupaten dan kota dan selter yang disediakan pemerintah desa, “Kecuali yang disediakan hotel atau perguruan tinggi itu mungkin berbayar,” ucap Baskara Aji.

Selain gratis, pasien di selter juga akan mendapatkan pengawasan ketat dari tim medis dan petugas selter. Ketika pasien mengalami kondisi perburukan dari sisi medis, maka akan segera dirujuk ke rumah sakit. Selain mendapatkan pengawasan juga terjamin makannya sehari tiga kali, mendapatkan obat dan vitamin.

BACA JUGA: Fairuz A Rafiq Umumkan Hamil Anak Ketiga

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, pada akhir pekan lalu juga menyampaikan bahwa selter yang didirikan bertujuan untuk memutus penyebaran virus crona. Sampai pekan lalu selter yang sudah berdiri sebanyak 32 selter, namun yang dimanfaatkan baru 17 selter.

“Saya minta kepada masyarakat yang positif, ayo untuk isolasi di selter. Di selter lebih aman ada tenaga medis, pendamping koordinator, vitamin, makan tiga kali sehari dan makanan ringan. Di selter juga lebih terpantau,” ujar Endang.