Positif Covid-19, Seorang Nenek Meninggal di Rusunawa Jongke Sleman

Anak kecil sedang bermain di Depan Rusunawa Jongke, Desa Sendangadi, Mlati, Sleman, Kamis, (26/4/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
22 Juli 2021 20:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- RS, 77, salah seorang penghuni Rusunawa Jongke di Sleman meninggal dunia, Kamis (22/7/2021). Perempuan paruh baya ini sebelumnya diketahui memiliki riwayat sakit cukup lama.

Berdasarkan informasi yang diterima Harianjogja.com, RS tercatat sebagai warga Jongke, Sendangadi, Sleman. RS selama ini tinggal sendiri di Rusunawa. Namun setiap hari, keluarga menjenguk dan mencukupi kebutuhan RS sehari-hari.

Sebelum meninggal, RS pada Rabu malam sempat diantar ke rumah sakit dan menjalani rawat jalan. Namun pada Kamis pagi, RS mengembuskan nafas terakhir di salah satu blok di Rusunawa tersebut.

"Iya, yang bersangkutan selama ini tinggal sendiri. Memang yang bersangkutan memiliki penyakit, sudah sepuh ya. Tapi ada yang merawat dari keluarganya, setiap pagi biasanya ke rusun," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusunawa Sleman Panut Suharto saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Kamis (22/7/2021).

Setelah dinyatakan meninggal, pengelola bersama Satgas dan BPBD Sleman pun melakukan uji swab. Hasilnya uji swab dinyatakan positif Covid-19. Pemakaman jenazah pun dilakukan sesuai protokol kesehatan Covid-19. "Nah setelah meninggal baru diketahui positif Covid-19. Jadi kami baru tahu juga kalau almarhumah terpapar Covid-19," kata Panut.

BACA JUGA: Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Samigaluh II Ditutup Sementara

Terpisah, Ketua Gugus Tugas Kelurahan Sendangadi Parjiono mengatakan karena hasil swab positif Covid-19 maka penanganan jenazah dilakukan sesuai protokol kesehatan. Pihaknya meminta bantuan tim BPBD Sleman untuk melakukan pemulasaraan jenazah. "Untuk proses pemakaman juga dilakukan sesuai prokes. Pemakaman jenazah dilakukan oleh Tim Satgas Kalurahan Sendangadi," katanya.

Parjiono mengatakan, untuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Rusunawa tersebut sepenuhnya akan dilakukan pengelola. Apakah akan dilakukan tracing kepada warga lainnya atau penyemprotan disinfektan. Satgas Kalurahan hanya membantu untuk proses pemakaman. Apalagi yang meninggal merupakan warga Sendangadi.

"Hari ini, kami melakukan dua kali proses pemakaman sesuai protokol kesehatan. Sehari sebelumnya juga dua jenazah. Pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah karena usianya sudah lanjut," kata Parjiono.

Untuk langkah selanjutnya, UPT akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BPBD Sleman. Apakah akan dilakukan penyemprotan disinfektan di semua blok atau tracing kepada warga Rusunawa agar tidak terjadi penularan virus Corona di Ruwunawa tersebut. "Ini akan kami laporkan dulu ke atasan. Yang jelas, selama sakit almarhumah memang jarang berinteraksi dengan warga lainnya," ujar Panut.

Dia mengatakan, kasus kematian warga Rusunawa baik di Jongke, Dabag dan Gemawang yang terpapar virus Corona, baru pertama kali terjadi. Apalagi penyakit tersebut baru diketahui setelah meninggal dunia. "Warga Rusun yang terpapar Covid-19 aturannya wajib melapor ke kami sehingga kami lakukan upaya antisipasi," katanya.

Sebelumnya, lanjut Panut, ada dua warga Rusunawa Jongke yang menjalani isoman. Selama menjalani isoman di Rusun, pengelola memantau dan memenuhi kebutuhannya selama 14 hari. Hal sama juga diberlakukan di Rusunawa lainnya. "Sejak pandemi Covid-19, kami sudah sampaikan ke warga untuk menerapkan protokol kesehatan. Kesadaran warga untuk prokes di Rusun tetap tinggi," ujarnya.