Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Samigaluh II Ditutup Sementara

Ilustrasi. - Antarafoto
22 Juli 2021 20:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo kembali menutup fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Kali ini, penutupan sebagian fasilitas layanan kesehatan tersebut menyasar Puskemas Samigaluh II menyusul sejumlah sumber daya manusia (SDM) kesehatannya terpapar Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati membenarkan soal ditutupnya fasilitas pelayanan kesehatan yang sehari-hari menjadi rujukan warga Samigaluh tersebut.

"Dari laporan yang kami terima total ada delapan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian, ada tiga yang masih menunggu hasil PCR. Riwayat penularan kasusnya berawal dari satu kasus positif kemudian temannya kontak erat. Saat ini, tengah menunggu hasil swab," ujar Baning pada Kamis (22/7/2021).

Sementara itu, Kepala Puskesmas Samigaluh II Tari Astuti mengatakan penutupan Puskesmas yang terletak di Jl Samigaluh - Loano, Ngemplak, Pagerharjo, Samigaluh, tersebut pada esok Jumat (23/7/2021).

"Penutupan sebagian fasilitas layanan kesehatan di Puskesmas Samigaluh II rencananya sampai dengan Selasa (27/7/2021). Layanan yang kami tutup terdiri dari layanan rawat inap, persalinan, dan UGD persalinan," kata Tari.

Upaya penutupan sebagian fasilitas layanan kesehatan milik puskesmas Samigaluh II tersebut karena sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang dimilikinya terbilang minim.

BACA JUGA: Dampak PPKM, Puluhan Hotel & Restoran di DIY Tutup

"Jadi, kalau upayakan layanan dengan tenaga sekarang kami kesulitan sehingga kami harus menutup sebagian layanan kesehatan. Total SDM kami untuk PNS ada 25 kemudian tenaga honorer sekitar 14," kata Tari.

Adapun, dari total delapan kasus positif Covid-19 yang terjadi di lingkungan SDM Kesehatan Puskesmas Samigaluh II, tiga di antaranya merupakan bidan yabg bertugas di layanan persalinan.

"Kalau UGD non persalinan kami tetap upayakan buka sampai jam 8 malam. Karena kalau tiga bidan terkonfirmasi kami gak bisa buka layanan persalinan 24 jam," ujar Tari.