Dampak PPKM, Puluhan Hotel & Restoran di DIY Tutup

Ilustrasi - Freepik
22 Juli 2021 18:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan hotel dan restoran di DIY tutup sementara menyusul Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan perpanjangannya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan 25 hotel dan restoran memilih tutup karena tidak kuat menanggung biaya operasional. Sejauh ini, total ada 125 hotel dan restoran tutup sementara. Selain itu puluhan hotel dan resto telah tutup permanen. “Kalau tutup permanen, memang sudah menyampaikan sebelum PPKM, total ada 52,” ujarnya, Kamis (22/7/2021).

BACA JUGA: Kemenkes Sebut Hanya 5 Daerah yang Capai Target Testing, Salah Satunya Kota Jogja

Deddy khawatir PPKM yang diperpanjang akan berdampak lebih luas lagi, termasuk terhadap karyawan.

“Kami mendukung PPKM untuk menekan kasus Covid-19. Namun, harapan kami juga pemerintah tidak menutup mata dengan kondisi kami. Intinya kami butuh solusi. Sampai saat ini belum ada solusi. Kami memang masih punya semangat, tetapi kami butuh bantuan juga,” ujarnya.

Deddy mengungkapkan di tengah tidak adanya pemasukan, biaya masih harus dikeluarkan. “Kami disuruh mematikan neon box pukul 20.00 WIB, sampai pagi. Sementara barusan juga kami mendapatkan tagihan pembayaran. Jadi kami bingung untuk bayar pakai apa, satu bulan tidak ada pemasukan,” ucap Deddy.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY Singgih Raharjo mengatakan industri pariwisata sangat terpukul. Namun, PPKM harus dijalankan sebagai upaya menekan kasus Covid-19, yang beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan. “Semua perlu gotong royong, bersama-sama. Tidak mungkin Dinas Kesehatan berjalan sendiri. Semua tertib menjalankan protokol kesehatan,” ucap Singgih.

Berbagai upaya juga coba dilakukan Dinpar DIY untuk membantu para pelaku pariwisata. Singgih mengharapkan apa yang direncanakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yaitu bantuan insentif pemerintah (BIP) dan hibah pariwisata dapat segera diluncurkan.

“Kemudian untuk mengatasi jangka pendek, sembako dan bansos tunai nanti dilakukan Kemensos. Kami dari Pemda DIY sedang mengupayakan, menyusun untuk bisa membantu, entah nanti untuk subsidi hotel yang digunakan isolasi mandiri atau seperti apa,” ucap Singgih.