Pelaku Ekonomi Kreatif Kota Magelang Bakal Dilindungi Perda
DPRD Kota Magelang mengusulkan regulasi khusus yang diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk berkembang
Foto ilustrasi Ambulans./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Nomor telepon ambulans di Gunungkidul ada beberapa yang bisa menjadi pilihan warga. Ambulans lebih sering dibutuhkan warga di masa pandemi Covid-19 ini.
Banyak warga yang sakit harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena masih dalam kondisi pandemi, maka warga sebaiknya tidak menggunakan mobil sembarangan saat mengangkut pasien tersebut.
Ambulan menjadi pilihan tepat saat hendak membawa pasien. Selain rumah sakit, saat ini banyak organisasi menyediakan ambulans yang bisa digunakan untuk umum.
Berikut daftar kontak penyedia jasa ambulans di Gunungkidul, dikutip dari poster Humas Pemda DIY:
Gunungkidul
PC NU Gunungkidul 081227273458
MWC NU Patuk 08112651926
Ambulans Banser Semanu 081390078087
Ranting Bleberan 08112911926, 081328491474
MWC NU Semin 083832001926
MWC NU Karangmojo 08172719298, 081931786610
Itulah nomor kontak ambulans di Gunungkidul. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Magelang mengusulkan regulasi khusus yang diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk berkembang
DPRD Kulonprogo meminta jaringan SPAM diperluas di kawasan Menoreh karena masih ada warga yang belum terjangkau air bersih.
Pengusaha logistik menyoroti fleksibilitas outsourcing dan PKWT dalam UU Ketenagakerjaan agar sesuai karakter industri yang dinamis.
BK DPRD Bantul menyatakan belum ada laporan pelanggaran berat anggota dewan sepanjang 2024-2026. Pelanggaran masih sebatas administrasi.
MK menilai gugatan syarat administrasi Gibran tidak relevan dan telah melampaui tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Pew Research Center mencatat 10 negara dengan proporsi warga yang tidak berdoa setiap hari. Swedia tertinggi, disusul Hungaria dan Jerman.