Selamat! Jogja Jadi Kota Terbaik Peduli Anak

Ilustrasi. - Freepik
23 Juli 2021 12:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendapat penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Tahun ini, Jogja menjadi yang terbaik dalam keterpedulian terhadap anak-anak dalam kategori Pemerintah Kota.

Menurut Ketua KPAI, Susanto, terdapat sepuluh kategori penghargaan yang penilaiannya menggunakan Sistem Informasi Monitoring Evaluasi dan Pelaporan (Simep) perlindungan anak. "Simep berbasis digital ini merupakan salah satu inovasi kami agar kegiatan perlindungan anak yang dilakukan oleh pemerintah bisa lebih mudah terpantau," kata Susanto dalam penyerahan Anugerah KPAI 2021 secara daring, Kamis (22/7/2021).

Ini merupakan tahun ke-4 adanya Anugerah KPAI. Ada empat indikator yang menjadi aspek penilaian yakni komitmen, diferensiasi, inovasi, dan dampak. Harapannya dengan penghargaan ini bangkit semangat baru dalam upaya perlindungan anak di seluruh Indonesia. Hal ini lantaran rata-rata capaian indeks perlindungan anak di Indonesia baru mencapai 62,26 persen.

BACA JUGA: Nekat! Hajatan di Sentolo Tetap Digelar padahal Mempelai Wanita dan Ayahnya Positif Covid

"Satu sisi tentu bahagia ada perkembangan yang baik bagi kemajuan perkembangan anak. Tetapi di daerah lain ternyata masih banyak hambatan, terutama menyangkut kekerasan yang dialami anak," kata Susanto.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jogja, Edy Muhammad, mengatakan Pemkot Jogja juga mampu meraih Anugerah KPAI sebagai kota yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak pada tahun 2020. Namun kala itu masih berada di urutan ke-4. Sedangkan tahun ini berhasil menjadi yang terbaik pertama, dengan urutan berikutnya yaitu Kota Surabaya dan Kota Jakarta Barat.

Pemkot Jogja melakukan berbagai upaya dalam memenuhi hak anak. Selain menyediakan fasilitas dan kebijakan berbasis anak, Pemkot Jogja saat ini juga membangun perlindungan anak berbasis kelurahan. "Sinergitas kaitannya dalam pemenuhan dan perlindungan hak anak juga sangat luar biasa. Mulai dengan aparat penegak hukum, antar OPD hingga bersama masyarakat. KPAI Kota Jogja juga cukup aktif," kata Edy.

Meski sudah banyak upaya, saat ini Edy masih menaruh perhatian serius terhadap kasus kekerasan yang menimpa anak. Untuk anak laki-laki, kasus kekerasan didominasi masalah fisik, psikis, baru pencabulan. Sedangkan untuk anak perempuan lebih dominan psikis, fisik, baru pencabulan.

Menurut Ketua KPAI Kota Jogja, Sylvi Dewajani, untuk mempertahankan predikat pertama pada tahun depan bukan perkara mudah. Perlu adanya inovasi antar OPD dan masyarakat agar komitmen dalam hal perlindungan anak bisa semakin kuat.

"Tahun lalu Kota Jogja masih di urutan empat dan tahun ini mampu menjadi terbaik pertama. Itu cukup luar biasa. Tetapi tantangannya semakin berat karena selalu dibutuhkan inovasi karena jaman juga berkembang. Terlebih di masa pandemi ini kehidupan sosial masyarakat ikut berubah," kata Sylvi.