Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Suasana penyembelihan hewan kurban di Musala Nurul Huda Banguntapan pada Selasa (20/7/2021)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL - Jumlah sapi di Bantul yang disembelih saat Iduladha tahun ini mengalami tren peningkatan. Hal itu berbanding terbalik dengan jumlah kambing dan domba yang mengalami penurunan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPPKP Bantul, Joko Waluyo menyampaikan terjadi penurunan jumlah kambing dan domba disembelih tahun ini. Tahun ini penyembelihan sapi untuk kurban mencapai 6.509 ekor. "Sapi potong alami tren kenaikan sedangkan kambing domba turun. Jumlah kambing disembelih 4.596 ekor dan domba 7.353 ekor," terangnya pada Kamis (22/7/2021).
"Tren penurunan kambing dan sapi naik mungkin karena pada pilih pindah kurban sapi. Karena hasil daging yang diperoleh lebih besar dari pada potong kambing dan juga enggak repot, menghemat tenaga," imbuhnya.
Lebih lanjut, Joko menegaskan penurunan kambing terjadi karena beralih ke kurban sapi. "Karena harga kambing sekarang hampir sama dengan kalau urunan kurban sapi," tandasnya.
Baca juga: Hari Ini 88 Warga DIY Meninggal dalam 24 Jam karena Covid-19
Kendati penyembelihan masih terjadi di beberapa tempat Joko meyakini tidak akan terjadi penambahan angka yang signifikan dari domba dan kambing. "Kalau sapi kan jelas naik. Tapi kambing domba jelas turun enggak mungkin kambing domba [angkanya menyusul] kita masih selisih 1.000 ekor lebih," tambahnya
Hingga Kamis (22/7/2021) siang, titik penyembelihan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan. Disebutkan Joko, titik penyembelihan kurban tahun ini baru 2.198 lokasi. Padahal tahun kemarin titik penyembelihan tersebar di 2.224 lokai. "Tapi masih ada yang motong hari ini. Mungkin masih ada penambahan, ini belum final," terangnya.
"Kalau pengurangan titik dipengaruhi pedagang menerima pemotongan. Shohibul hanya menerima daging jadi. Itu salah satu bentuk service dari pedagang sapi menerima penyembelihan sekalian," ujar Joko.
Di sisi lain dituturkan Joko adanya pengurangan titik penyembelihan terjadi karena tahun lalu banyak warga yang menyembelih di rumah, sedangkan sekarang banyak yang menyembelih di tempat pedagang sapi. Akhirnya titik penyembelihan menurun. "Tapi kan pedagang tidak disebut titik, itu pedagang. Karena itu menyembelihnya banyak, dari beberapa takmir masjid," tandasnya.
Secara garis besar Joko menyampaikan terjadi penurunan total jumlah hewan kurban yang dipotong tahun ini. Diperkirakan Joko hal tersebut bisa terjadi karena kondisi pandemi yang telah berjalan hampir satu setengah tahun. "Kalau penurunan tren jumlah tenak, karena pandemi setahun lebih. Perekonomian jelas pengaruh. Kalau kita bandingkan 2019 dengan 2020 memang ada tren kenaikan. Tapi waktu itu pandemi belum lama. Lha ini kan sudah berjalan satu setangah tahun. Istilahnya uangnya untuk mencukupi kebutuhn sehari-hari," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.