Advertisement
PPKM Dilonggarkan, Malioboro Dibuka Terbatas
Jalan Malioboro sepi pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Senin (5/7/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja memastikan penyekatan di sejumlah ruas jalan di Kota Jogja masih berlanjut seiring dengan diperpanjangnya PPKM level 4 sampai dengan 2 Agustus mendatang.
Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan telah berkoordinasi dengan Polresta Jogja dan sepakat untuk tidak membuka titik penyekatan meskipun ada pelonggaran di sejumlah sektor ekonomi. Pihaknya hanya membuka beberapa akses jalan ke Malioboro sejak pekan lalu.
Advertisement
BACA JUGA: Sultan Izinkan PKL Malioboro Berjualan: Saya Harap Masyarakat Bisa Cari Sesuap Nasi
"Masih berlanjut, cuma Malioboro yang dibuka sedikit aksesnya dan itu juga hanya dari pukul 06.00 sampai 20.00 WIB," katanya Senin (26/7/2021).
Agus menambahkan ada 10 titik penyekatan selama 24 jam di wilayah Kota Jogja, yakni mulai dari barat simpang empat Wirobrajan, simpang empat Pingit dari arah utara, kawasan Jetis dari arah utara. Lalu jalan Margo Utomo selatan Tugu Pal Putih.
"Kemudian ada SGM dari arah timur, lalu Rejowinangun, simpang Mirota Kampus, Jokteng Kulon, Jalan Tamansiswa. Semuanya masih sama dengan PPKM Darurat," katanya.
Dia mengatalan penyekatan itu membuat beberapa titik jalan menjadi padat. "Itu wajar, karena tujuan kami memang untuk membuat masyarakat supaya malas keluar rumah karena jalurnya jadi mutar. Jadi mobilitas bisa ditekan," imbuhnya.
Dia mengatakan pengendara dari luar daerah cukup minim ditemui di jalanan Kota Jogja. Dishub hanya membuka empat akses masuk ke kawasan Kota Jogja.
Sampai saat ini, mobilitas masyarakat bisa ditekan di angka 30%. Jumlah itu normal mengingat aktivitas harian masyarakat Jogja di masa PPKM Darurat cukup banyak yang terhenti. "Itu sudah normal angkanya, karena memang yang lain dan masih ada di jalanan itu masyarakat lokal semua," ungkapnya.
Di akhir pekan pun Agus mengklaim tidak terdapat perbedaan dalam lonjakan mobilitas. Sebab, kawasan wisata masih belum beroperasi normal, sehingga lonjakan kendaraan belum didapati saat akhir pekan tiba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Seleksi Petugas Haji 2026: Menhaj Tekankan Integritas dan Sanksi Tegas
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Teras Merapi Glagaharjo Legal, Sasar Sambungkan Rute Jip Merapi
- Tragedi N-Max Bonceng Tiga: Dua Pelajar Tewas di Sanden Bantul
- Petani Pesisir Gunungkidul Mulai Panen Padi Gogo di Lahan Kering
- Keselamatan Terancam, KBM SDN Kokap Direlokasi ke Eks SD Kanisius
- PKL Alun-Alun Wonosari di Taman Kuliner, Pedagang Lama Sambut Hangat
Advertisement
Advertisement



