90% Pasien Covid-19 di Bantul Jalani Isolasi Mandiri

Selter khusus pasien Covid-19 yang menempati asrama SMKN 1 Sanden, Sabtu (10/7/2021).- Harian Jogja - Ist
27 Juli 2021 14:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memastikan 90 persen dari total 12.522 pasien Covid-19 hingga Senin (26/7/2021) menjalani isolasi mandiri (isoman).

Hal ini menyusul adanya keterbatasan tempat tidur di rumah sakit rujukan hingga selter kabupaten dan kalurahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan saat ini di Bantul ada 39 critical bed, 325 bed noncritical, 1.000 bed di selter kalurahan, dan kabupaten. Jumlah itu belum bisa menampung pasien Covid-19.

"Dengan kemampuan tersebut, hanya sekitar 10 persen yang bisa tertampung. Otomatis, sisanya menjalani isoman di rumah," kata Agus, Selasa (27/7/2021).

Meski demikian, Agus memastikan jika pasien yang menjalani isoman tercatat di Dinkes Bantul dan puskesmas terdekat. Nantinya pengawasan terhadap pasien Covid-19 yang menjalani isoman dilakukan oleh puskesmas melalui daring.

"Puskemas juga memberikan obat sesuai dengan gejala yang dilaporkan pasien," lanjutnya.

Agus mengungkapkan, dengan tidak berimbangnya jumlah bed dan jumlah pasien Covid-19 memberi dampak terhadap penambahan kasus kematian. Sampai Senin (26/7/2021), telah ada 890 kematian pasien Covid-19. Adapun kematian pasien rata-rata terjadi karena desaturasi yang akhirnya tidak tertolong.

Oleh karena itu, menurut Agus, sejumlah upaya terus dilakukan oleh Pemkab untuk menambah tempat tidur. Untuk RSLKC Bambanglipuro akan ditambah sebanyak 30 tempat tidur, dan RSPS Bantul ditambah 14 tempat tidur kritikal.

"Penambahan juga dilakukan di RS

Hardjolukito dan RS PKU Muhammadiyah Bantul," ucapnya.