Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Petugas medis melakukan perawatan pasien di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DIY, Minggu (4/7/2021). /ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/
Harianjogja.com, SLEMAN-Guna mengejar kebutuhan tempat tidur ICU bagi pasien Covid-19 di DIY, otoritas RSUP Dr. Sardjito Jogja menambah sebanyak 65 bed atau tempat tidur ICU lengkap dengan tenaga kesehatan dan peralatan pendukung. Dengan tambahan ini kini RSUP Dr Sardjito miliki 165 bed ICU untuk pasien kritis.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, menjelaskan penambahan kapasitas ini tengah dikerjakan dan akan selesai dalam lima hari ke depan. “Mudah-mudahan 2 Agustus sudah segera dapat kita selesaikan,” ujarnya saat meninjau percepatan peningkatan fasilitas kesehatan di RSUP Dr. Sardjito, Selasa (27/7/2021).
Adapun alat kesehatan akan diberikan dari Kementerian Kesehatan pada Jumat (30/7/2021) mendatang, sehingga diharapkan tambahan bed ini sudah bisa mulai beroperasi pada 5 Agustus mendatang. “Mudah-mudahan bisa menambahkan fasilitas ICU untuk Yogyakarta Raya,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 RI 27 Juli, Tambah 45.203 Positif dan Meninggal 2.069 orang
Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Eniarti, mengatakan pada 65 bed yang tengah disiapkan ini terdapat ruangan untuk hemodialisa, yakni untuk pasien Covid-19 yang menjalani cuci darah. “Kan banyak juga saudara kita yang terpapar Covid-19 tapi harus cuci darah yang saat sekarang memang sulit untuk mendapatkan pelayanan tersebut,” katanya.
Penambahan kapasitas ini sesuai dengan hasil mapping dari Dinas Kesehatan DIY, yakni untuk Provinsi DIY membutuhkan sekitar 250 tempat tidur dengan kriteria intensif care. Untuk membangun ICU tidak bisa di rumah sakit lapangan, karena selain membutuhkan peralatan juga tenaga profesional dalam pelayanan intensif care.
“Nanti di sini yang bertanggungjawab adalah spesialis anestesi dengan KIC-nya. Jadi sudah punya subspesialistik di bidang intensif care, selain nanti tim klinikal leader lainnya seperti spesialis paru, spesialis penyakit dalam dan spesialis lainnya tentunya yang sesuai dengan tim klinikal leader yang ada,” ungkapnya.
Sementara untuk keperawatan pihaknya melakukan relaksasi dan rekrutmen untuk sukarelawan, yang sudah dilaksanakan sejak dua pekan lalu. “Tapi tentunya orang yang baru lulus langsung ditempatkan di situ berartikan perlu harus mix. Jadi antara perawat yang sudah mahir yang sudah kompeten di-mix dengan relawan-relawan yang baru,” katanya.
Untuk kebutuhan oksigen ia memastikan sejauh ini RSUP Dr. Sardjito selalu mendapat pasokan. Presiden juga telah memberikan 10 oksigen konsentrat. Setiap Rabu atau Kamis petugas bisa mengambil oksigen ini di Gedung Agung Jogja.
“Kemudian kita juga sudah mendapatkan dari pusat krisis oksigen konsentrat itu juga dan juga dari Kementerian Kesehatan dan BNPB juga. Jadi sekarang Alhamdulillah sudah terbantu masalah oksigen. Untuk likuid tadi kami sudah banyak yang membantu baik dari Kementerian Kesehatan maupun dari BUMN lainnya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Korean Air mulai Wi-Fi Starlink gratis 15 September 2026. Layanan awal tersedia di empat pesawat untuk rute jarak jauh.
Melalui platform ini, masyarakat dapat mengecek berbagai informasi perumahan, mulai dari nama perumahan dan pengembang, legalitas, fasilitas umum dan fasilitas
Persik Kediri menang 2-0 atas Garudayaksa FC berkat dua gol Jose Enrique pada pekan kedua Super League 2026/2027.
Pemkab Kulonprogo membentuk tim verifikasi dan validasi aset gerai KDMP agar proses serah terima sesuai administrasi dan tidak menimbulkan persoalan.
Samsung mencatat perpindahan pengguna iOS ke Galaxy Z Fold8 naik 1,6 kali saat Apple mulai masuk pasar ponsel lipat.