Cokok 5 Tersangka, Polres Gunungkidul Amankan Pil Koplo 3.000 Butir

Ilustrasi. - Reuters/Dylan Martinez
28 Juli 2021 13:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Jajaran Satreskoba Polres Gunungkidul meringkus lima pemuda selaku pengedar pil koplo. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 3.000 butir pil koplo sebagai barang bukti penyalahgunaan obat-obatan.

Kelima tersangka di antaranya AG,25; AM,22; EH,21 dan EG,25 merupakan warga Kalurahan Pengkol, Nglipar. Sedangkan tersangka AS,21 merupaan warga Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen. Kasus ini terungkap saat polisi menangkap AG dengan barang bukti 439 pil sapi. Usai penangkapan, polisi melakukan pengembangan hingga akhirnya mencokok empat tersangka lainnya.

Kasat Reskoba Polres Gunungkidul, AKP Dwi Astuti Handayani mengatakan, pengungkapan peredaran pil koplo yang dilakukan jajarannya berada di Kalurahan Pengkol, Nglipar. Total terdapat lima tersangka dalam kasus ini. “Total dari kelimanya kami dapatkan barang bukti pil koplo sebanyak 3.000 butir,” kata Astuti kepada wartawan, Rabu (28/7).

Hasil pemeriksaaan awal diketahui bahwa kelima tersangka sudah berkecimpung di peredaran obat-obatan terlarang dalam rentang waktu satu tahun terakhir. Diungkapkan Astuti, barang-barang haram ini didapatkan melalui jual beli online. Sebanyak 1.000 butir pil dibeli seharga Rp400.000.

Baca juga: Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo: BPN Pastikan Tak Ada Penolakan di Kadirojo 1

Untuk selanjutnya pil-pil ini dibuat satu paket dengan isi sepuluh butir dan dijual seharga Rp25.000. “Para tersangka ini masih satu komplotan karena penjualan dilakukan bersama-sama. Dari tangan satu tersangka kemudian dibagi-bagikan ke teman-temannya untuk dijual,” ungkapnya.

Ditambahkan Astuti, empat tersangka ditangkap karena menjual obat-obatan keras tanpa izin edar. Sedangkan satu tersangka berinisial ERG dijerat karena membantu tindak pidana penjualan obat-obatan ini.

Atas perbuatannya, kelima tersanga dijerat Pasal 60 butir 10 Undang-Undang No.11/2020 tentang Cipta Kerja dan Pasal 197 juncto Pasal 106 Undang-Undang No.36/2009 tentang Kesehatan atau Pasal 196 juncto Pasal 198 ayat 2 dan 3. “Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara,” katanya.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, peredaran obata-obatan keras sejenis pil koplo sedang marak sehingga harus diwaspadai. Terlebih lagi, harga jualnya relative terjangkau karena di kisiran puluhan ribu rupiah per paketnya.

“Sasarannya memang untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah. Meski murah, pil-pil ini efeknya sangat berbahya karena bisa merusakan kesehatan,” katanya.