Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit di Sleman Tembus Rp70.000
Harga cabai rawit di sejumlah pasar rakyat Sleman tembus Rp70.000 per kilogram akibat pasokan berkurang selama kemarau panjang.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari berbagai pihak masih terus berdatangan untuk penanganan Covid-19. Kali ini Satgas Covid-19 Bantul dapatkan bantuan sejumlah masker dan APD.
Bantuan masker dan APD secara simbolis diserahkan Maesindo Indonesia kepada Ketua Harian Satgas Covid-19 Bantul, Joko Purnomo pada Rabu (28/7/2021). Adapun sebanyak 8000 masker dan 500 APD diberikan langsung kepada Satgas Covid-19 Bantul.
BACA JUGA : Bupati Gunungkidul Kembali Galakkan Kampanye Pakai
Joko mewakili masyarakat Bantul berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada Satgas Covid-19 Bantul. Diharapkan Joko, bantuan yang diberikan bermanfaat dalam penanganan Covid-19 di Bantul.
"Terima kasih kepada Maesindo Indonesia yang secara nyata dan peduli telah ikut serta membantu oenbggoalangan covid-19 dibantul. Semoga bantuan masker dan APD dari Maesindo Indonesia bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bantul," ujarnya.
BACA JUGA : Varian Delta Masuk DIY, Sultan Larang Kerja Bakti & Minta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit di sejumlah pasar rakyat Sleman tembus Rp70.000 per kilogram akibat pasokan berkurang selama kemarau panjang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.