Bupati Gunungkidul Kembali Galakkan Kampanye Pakai Masker

Bupati Gunungkidul Sunaryanta. - Harian Jogja/David Kurniawan
25 Juni 2021 04:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Bupati Gunungkidul Sunaryanta kembali menyerukan pentingnya memakai masker untuk mencegah penularan Covid-19. Seruan ini disampaikan karena adanya lonjakan kasus yang terjadi akibat kejenuhan masyarakat serta lunturnya kesadaran mematuhi protokol kesehatan.

Dia pun kembali mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan terlebih penggunaan masker. “Saya kira semua masyarakat sudah memiliki masker, maka dari itu, mari kita gunakan masker dalam aktivitas sehari-hari untuk menjaga kesehatan,” katanya, Kamis (24/6/2021).

Sunaryanta menjelaskan, seruan penggunan masker untuk mengimbangi kelonggaran dalam kebijakan PPKM Mikro yang tetap diizinkannya gelaran hajatan maupun operasi lokasi wisata.

“Kalau tidak digencarkan penggunaan masker, bisa nanti wisata ditutup hajatan dilarang. Jangan sampai seperti itu, maka kampanye penggunaan masker kembali disuarakan,” katanya.

Baca juga: 49 Santri PP Nurul Iman Bantul Positif Covid-19, 100 Santri Lain Menunggu Hasil Swab

Ditambahkan dia, pelarangan hajatan dan penutupan tempat wisata sangat bergantung dengan peta zonasi kerawanan Covid-19 di masing-masing wilayah. “Kalau masih zonanya hijau, kegiatan boleh dilaksanakan tapi dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Namun, kalau zonanya merah maka harus dihentikan dan ditutup sementara waktu,” ungkapnya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, saat ini penggunaan masker memang perlu digencarkan lagi. Selain itu budaya cuci tangan serta menghindari kerumunan juga diharapkan disadari oleh masyarakat.

“Jangan sampai abai dan jenuh dengan keadaan saat ini. penerapan protokol kesehatan menjadi kunci utama dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona,” katanya.

Dewi mengungkapkan kasus corona di Gunungkidul sedang mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Hal itu terlihat dari peta zonasi kerawanan corona dalam minggu ini terdapat sembilan RT yang masuk zona merah. “Minggu lalu hanya ada tiga RT, tapi sekarang menjadi sembilan. Ini harus dicegah agar penularan bisa dikendalikan dan hal tersebut akan memberikan dampak terhadap peta zonasi kerawanan corona,” ujar dia.