49 Santri PP Nurul Iman Bantul Positif Covid-19, 100 Santri Lain Menunggu Hasil Swab

Ilustrasi. - Freepik
24 Juni 2021 19:27 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sedikitnya 49 santri Pondok Pesantren Nurul Iman, Timbulharjo, Sewon, Bantul, positif Covid-19.

Kepastian ini berdasarkan hasil swab PCR yang dilakukan kepada santri di tempat tersebut, Senin (21/6/2021) lalu.  Atas tambahan 49 orang positif, saat ini total ada 55 santri positif di pondok tersebut.

Dukuh Bibis, Timbulharjo, Muhammad Irvan mengatakan Kamis (24/6/2021) sore, pihaknya telah mendapatkan hasil dari swab PCR para santri yang menyatakan ada 49 santri positif Covid-19. Jumlah itu dipastikan kemungkinan bertambah, karena hasil swab untuk 100 santri yang dilakukan Rabu (23/6/2021) belum keluar hasilnya.

"Untuk swab 100 orang pada Rabu, kami masih menunggu hasilnya. Sementara untuk yang Senin, hasilnya ini tadi 49 positif," kata Irvan, Kamis (24/6/2021) sore.

Selain telah mendapatkan kepastian 49 santri positif Covid-19, saat ini, jumlah santri yang bergejala dan sakit terus bertambah. Mereka kini menjalani isolasi di bangunan yang terpisah dari asrama.

Tapi, banyaknya santri yang sakit telah menambah penambahan beban perawatan bagi pengurus. Selain itu, keberadaan santri yang sakit juga membahayakan santri lainnya. Apalagi, ruang isolasi yang digunakan jauh dari kesan layak.

"Yang digunakan ruang kelas madrasah. Sanitasi masih terkendala, begitu juga letak kamar mandi dan kondisinya jauh dari kelayakan," kata Irvan.

Kendala lain yang dialami, menurut Irvan, adalah perihal logistik. Pasokan sayur dan lauk saat ini sangat mendesak. "Mungkin hanya tahan beberapa hari. Untuk stok beras, masih aman," ujar dia.

Irvan berharap ada bantuan dari Pemkab Bantul, tidak hanya terkait dengan logistik dan vitamin, tapi juga perawatan bagi santri yang dinyatakan positif dan menjalani isolasi.

"Karena yang sakit ini kan juga perlu perawatan," jelas Irvan.

Sebelumnya, enam santri PP Nurul Iman dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah periksa kesehatan di klinik setempat. Satu per satu santri kemudian mengalami gejala demam dan batuk.