Advertisement

Polda DIY Serap Beras Petani yang Menumpuk

Lugas Subarkah
Rabu, 04 Agustus 2021 - 07:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Polda DIY Serap Beras Petani yang Menumpuk Tumpukan karung beras memenuhi kios salah satu pedagang beras di Pasar Wates pada Jumat (20/3/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Masa Pandemi Covid-19 turut memberikan dampak terhadap warga yang bermatapencaharian sebagai petani. Hal ini dirasakan oleh sejumlah petani di DIY, dimana beras hasil panennya masih menumpuk di gudang milik petani.

Merespon hal ini, Polda DIY berinisiatif untuk mencarikan bantuan untuk dapat meringankan beban dengan membeli beras hasil panennya. Wakapolda DIY Brigjen Pol R.Slamet Santoso, menjelaskan inisiatif ini berawal saat dirinya memantau kegiatan vaksinasi di Ditpolair Polda DIY beberapa hari yang lalu.

“Saat kunjungan tersebut, kami sempat berdialog dengan salah satu warga yang divaksin. Ada petani yang berkeluh kesah, panennya [beras] menumpuk. Kami coba bantu," ujarnya, Selasa (3/8/2021).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Menindaklanjuti inisiatif ini, Polda DIY menggandeng corporate social responsibility (CSR) mitra Polri yang dipercayakan ke Polda DIY untuk membantu permasalahan petani tersebut. Polda DIY menerima bantuan sebesar Rp20 juta yang akan dibelanjakan beras dari petani langsung.

Menurutnya beras dari petani tersebut nanti dikemas, selanjutnya akan disalurkan kembali ke masyarakat yang membutuhkan. "Beras itu nantinya akan kita distribusikan ke warga yang membutuhkan. Sehingga pemberi bantuan [CSR] senang, permasalahan petani teratasi, warga yang membutuhkan penerima manfaat juga terbantu. Polda DIY hanya sebagai sarana saja," ungkapnya.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, menambahkan dalam pembelian beras tersebut Polda DIY membeli dengan harga Rp8.500 dari petani. Ada selisih harga seribu rupiah dari harga yang sering dijual oleh patani sebesar Rp7.500 perkilonya. "Ada anggota kita dari Ditpolairud yang ke wilayah Galur Kulonprogo untuk membeli berasnya dari para petani," jelasnya.

Ia menyebutkan ada sekitar 2 ton lebih beras hasil pembelian dari petani langsung yang akan diserap dalam pembelian ini. "Semoga dari kegiatan ini para petani dapat terbantu, dapat meningkatkan penghasilannya di masa prihatin saat ini," kata dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pendukung HAM di Rusia-Ukraina-Belarus Diganjar Nobel Perdamaian 2022

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement