Destinasi Wisata Gunungkidul Masih Ditutup

Pengunjung sedang bermain di kawasan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Jumat (14/5/2021). - Harian Jogja - David Kurniawan
04 Agustus 2021 07:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pariwisata Gunungkidul memastikan adannya perpanjangan penutupan destinasi wisata hingga 9 Agustus mendatang. Kebijakan ini sesuai dengan perpanjngan PPKM se-Jawa dan Bali yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri No.27/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali pada Senin (2/8/2021). Salah satu kebijakan dalam aturan ini adalah penutupan wisata. Oleh karenanya, penutupan wisata di Gunungkidul ikut diperpanjang.

“Belum bisa dibuka dan masih ditutup. Penutupan berlaku di seluruh destinasi wisata di Gunungkidul,” kata Hary kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Pemkot Jogja Kaji Kemungkinan Pengunjung Malioboro Wajib Sudah Divaksin

Menurut dia, untuk pembukaan destinasi wisata belum dipastikan karena kebijakan sangat bergantung dengan aturan dalam PPKM. “yang jelas penutupan diperpanjang hingga 9 Agustus mendatang. Untuk pembukaan kami juga masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait dengan pemberlakukan PPKM,” katanya.

Hary mengungkapkan, dampak dari penutupan ini, dinas pariwisata bakal merevisi target kunjungan wisata. Pasalnya, penutupan memberikan pengaruh yang signifikan karena setiap minggunya tak kurang dari 40.000 pengunjung yang memadati destinasi wisata di Bumi Handayani. “Target awal di tahun ini ada 2,5 juta pengunjung. Tapi, akan direvisi sesuai dengan kondisi yang ada,” katanya.

Disinggung mengenai bantuan bagi pelaku wisata, Hary mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait dengan kebijakan tersebut. “Belum ada informasi,” ungkapnya.

Pemilik warung makan di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Sutini mengatakan, adanya kebijakan penutupan wisata harus memutar otak agar tetap mendapatkan penghasilan. Salah satunya, dengan menjual masakan laut secara online. “Saya bersyukur laku dan banyak yang pesan sehingga harus mengantarkan ke Wonosari,” katanya.

Meski usaha tetap berjalan, Sutini tetap berharap agar wisata bisa segera dibuka. Ia tidak menampik kebijakan penutupan sangat berdampak terhadap usaha yang dimiliki oleh pelaku usaha di kawasan pantai. “Ya kalau terus diperpanjang pasti dampaknya akan terasa karena banyak pedagang yang memilih tutup selama wisata ditutup,” katanya.